172 Peserta PPDS FK Unair Diduga Keracunan Makanan di RSUD Dr Soetomo Surabaya
Direktur RSUD Dr. Soetomo Surabaya Prof. Cita Rosita Sigit Prakoeswa (tengah).(MI/Faishol Taselan)

SEBANYAK 172 peserta didik Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) mengalami keracunan makanan saat kegiatan pra pendidikan (pradik) di Gedung Pusat Diagnostik Terpadu (GPDT) lantai 7 RSUD Dr. Soetomo, Surabaya, Jawa Timur.

Peristiwa terjadi saat para calon dokter spesialis tersebut melakukan kegiatan di GPDT. Mereka kemudian memakan makan yang disiapkan oleh panitia.

Saat itu belum terlihat ada gejala mereka keracunan, namun pada Senin malam, banyak peserta mengalami gangguan pencernaan. Mereka kemudian  diperiksa di Instalasi Gawat Darurat (IGD). 

Sementara peserta dengan keluhan ringan, diminta observasi mandiri dan mereka yang kondisinya memburuk langsung dibawa ke  ke IGD untuk perawatan intensif. 

Direktur RSUD Dr. Soetomo Surabaya Prof. Cita Rosita Sigit Prakoeswa mengatakan dugaan awal mengarah pada makanan yang dikonsumsi peserta saat kegiatan berlangsung. 

“Namun, kepastian penyebab kejadian masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Kami sudah mengambil seluruh sampel makanan tersebut untuk diteliti,” katanya. 

Selain itu RSUD Dr. Soetomo juga melakukan pemeriksaan rectal swab. Semua sample dikirimkan ke laboratorium Puslabfor Polda Jawa Timur, Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“RSUD Dr. Soetomo juga telah menyampaikan informasi mengenai kejadian tersebut kepada Dinas Kesehatan terkait. RSUD Dr. Soetomo juga terus melakukan koordinasi dengan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga dalam rangka pemantauan kondisi peserta didik dan penanganan kejadian tersebut, termasuk evaluasi dalam penyediaan konsumsi kegiatan pradik yang dilakukan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga,” jelasnya.

Sementara kegiatan pradik pada Selasa (29/9) diliburkan, sebagian besar peserta perlu istirahat apalagi masih ada yang dirawat karena keracunan makanan ini. 

Dijelaskan, dari keseluruhan PPDS yang mengalami gejala, sebanyak enam di antaranya ditangani di rumah sakit. 

“Empat orang mendapatkan penanganan medis, sedangkan dua orang lain menjalani observasi,” ungkapnya.

Namun seluruh peserta didik yang mendapat penanganan sudah diperbolehkan pulang atau keluar rumah sakit.

“Selain di RSUD Dr. Soetomo, terdapat peserta didik yang mendapatkan penanganan di fasilitas kesehatan lain, yakni satu orang di RSAL dan satu orang di RSUD dr. Soewandhie,” ujarnya.

RSUD Dr. Soetomo mengimbau seluruh peserta didik yang masih mengalami keluhan kesehatan segera mendapatkan pertolongan melalui fasilitas pelayanan kesehatan.

“RSUD Dr. Soetomo memastikan penanganan terhadap peserta didik menjadi prioritas, sekaligus terus melakukan koordinasi dan pemeriksaan lebih lanjut untuk memperoleh informasi yang akurat mengenai kejadian tersebut,” katanya.(FL/E-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *