Patahkan Klaim Trump, Iran Tegaskan tak Ada Rencana Negosiasi dengan AS
Iran.(Freepik)

PEMERINTAH Iran menegaskan delegasinya yang menghadiri Sidang Majelis Umum PBB di New York tidak memiliki rencana untuk bernegosiasi dengan Amerika Serikat. Pernyataan itu disampaikan setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan pembicaraan dengan Teheran diperkirakan kembali berlangsung.

Kantor berita resmi Iran, IRNA, pada Senin (28/9) melaporkan delegasi Iran tidak memiliki agenda perundingan dengan AS. Informasi tersebut mengutip sumber yang dekat dengan delegasi. “Delegasi Iran di New York tidak memiliki rencana untuk bernegosiasi dengan Amerika Serikat,” kata sumber tersebut, seperti dikutip IRNA.

IRNA menyebut posisi Iran telah disampaikan secara jelas kepada pihak AS melalui mediator Qatar. Adapun delegasi Iran dijadwalkan kembali ke Teheran pada Selasa (29/9).

Pernyataan Teheran muncul setelah Trump kepada media AS, Axios, menyebut peluang perundingan dengan Iran segera dilanjutkan. Trump membuka kans dimulainya kembali perundingan tetapi sehari sebelumnya menolak proposal Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu tujuh hari.

Iran sebelumnya menyampaikan tujuh syarat untuk mengakhiri perang sekaligus membuka kembali Selat Hormuz. Jalur perairan strategis itu menjadi salah satu titik utama dalam konflik karena sebelum perang sekitar 20% pasokan minyak dan gas dunia mengalir melaluinya.

Selain pembukaan kembali Selat Hormuz, Iran menuntut gencatan senjata selama tujuh hari di seluruh Timur Tengah. Tuntutan itu juga mencakup Libanon, tempat sekutu Iran, Hizbullah, berulang kali menjadi sasaran serangan Israel.

Teheran juga meminta aset-asetnya di luar negeri yang dibekukan dibuka kembali, sanksi terhadap sektor minyak Iran dicabut, serta blokade laut yang diberlakukan AS dihentikan. Trump menolak deretan tuntutan tersebut.

Meski ketegangan diplomatik masih berlangsung, intensitas pertempuran kembali menurun. AS belum melancarkan serangan terhadap Iran sejak 1 September. Namun, sejumlah kapal masih berulang kali menjadi sasaran serangan di kawasan Selat Hormuz. (AFP/P-3)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *