Banjir Bangkok 700 Ribu Orang Terdampak, Warga Terjang Banjir untuk Cari Makanan
Banjir besar melanda Bangkok setelah hujan deras, berdampak pada sekitar 700 ribu orang dan memaksa warga mengungsi serta mencari kebutuhan pokok di tengah genangan.(AFP)

BANJIR besar melanda sejumlah wilayah Bangkok, Tailan, setelah hujan deras mengguyur selama beberapa hari. Sekitar 700 ribu orang dari 329 ribu keluarga terdampak banjir yang merendam permukiman, jalan, dan sejumlah kawasan perdagangan.

Warga yang terdampak terpaksa mengungsi ke tempat penampungan. Sebagian lainnya masih bertahan di rumah sambil menerjang genangan untuk membeli kebutuhan pokok, makanan, dan keperluan sehari-hari.

Pemerintah Metropolitan Bangkok (BMA) menyebut wilayah yang paling parah terdampak berada di Distrik Lat Krabang. Wakil Gubernur Bangkok Tavida Kamolvej memperkirakan sekitar 30 ribu hingga 40 ribu warga di kawasan tersebut terdampak banjir.

Di Distrik Bang Kapi, termasuk kawasan apartemen Khlong Chan dan permukiman di sekitarnya, sekitar 20 ribu orang terkena dampak. Sementara itu, Distrik Khannayao mencatat sekitar 30 ribu hingga 40 ribu warga terdampak.

Banjir juga melanda sejumlah komunitas di sekitar kanal di Distrik Laksi, Saphan Sung, dan Suan Luang. Jumlah warga terdampak di kawasan tersebut diperkirakan mencapai sekitar 10 ribu orang.

Kondisi banjir turut memaksa sekitar 1.500 warga yang hanya dapat beraktivitas di tempat tidur dievakuasi dari rumah mereka. Mereka dipindahkan ke sejumlah rumah sakit yang berada di bawah pengelolaan BMA.

Pemerintah Kota Bangkok kini membutuhkan tambahan bantuan berupa makanan kering dan air minum untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak.

“Kami membutuhkan ratusan ribu botol air minum, sekarang juga,” kata Tavida seperti dikutip Bangkok Post.

Selain bahan pangan dan air bersih, pemerintah kota membutuhkan dapur umum bergerak, kendaraan dengan jarak bebas dari tanah yang tinggi, serta perahu kecil untuk menjangkau warga yang berada di kawasan dengan genangan dalam.

Gubernur Bangkok Chadchart Sittipunt mengatakan proses penyedotan dan pembuangan air masih berlangsung. Penurunan permukaan air di kanal diperkirakan mulai terjadi setelah saluran-saluran air tersebut kembali surut.

“Banjir di permukiman akan surut secara perlahan karena permukaan kanal harus turun terlebih dahulu. Pompa akan dipasang di permukiman yang berada di daerah rendah untuk mempercepat pembuangan air,” ujar Chadchart.

Sejumlah ruas jalan di Bangkok masih terendam cukup dalam pada Senin (28/9) pagi. Kondisi tersebut menyulitkan mobilitas warga sekaligus memperlambat proses penanganan banjir di sejumlah titik. (Z-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *