
BAGI sebagian orang, menunaikan ibadah umrah menjadi impian yang membutuhkan waktu panjang untuk diwujudkan. Namun, bagi 10 warga dari berbagai latar belakang, kesempatan menuju Tanah Suci datang setelah mereka konsisten menjalankan ibadah Tarawih selama Ramadan 2026.
Kesepuluh penerima apresiasi tersebut akhirnya berangkat ke Tanah Suci pada 20 September 2026 melalui program ‘Rajin Tarawih Dapat Umroh’ yang digagas MS Glow Beauty. Program yang diperkenalkan kepada publik dengan nama ‘Umroh Jalur Rajin Tarawih’ itu menjadi kelanjutan dari rangkaian kegiatan yang dimulai pada Ramadan lalu.
Sebelum keberangkatan, para jemaah mengikuti pengajian, doa bersama, dan prosesi pelepasan dalam rangkaian ‘MS Glow Goes to Baitullah’.
Para penerima apresiasi berasal dari latar belakang yang beragam. Ada asisten rumah tangga, pekerja bangunan, guru PAUD, petani, pedagang keliling, guru mengaji, hingga ibu rumah tangga.
Salah satunya Kasnawi, 46, buruh tani asal Bojonegoro. Bagi Kasnawi, kesempatan menunaikan ibadah umrah sebelumnya terasa seperti sesuatu yang sulit diwujudkan mengingat pekerjaannya sebagai buruh tani.
“Pekerjaan saya hanya buruh tani. Apa mungkin saya bisa umrah? Melalui program ini, saya bisa berangkat umrah. Saya sangat bersyukur dan tidak menyangka bisa mendapatkan kesempatan seperti ini,” ungkap Kasnawi.
Kesempatan tersebut bagi Kasnawi bukan sekadar perjalanan ke Tanah Suci, tetapi juga pengalaman yang ingin ia kenang dan jalani sebaik mungkin. Ia berharap dapat menuntaskan seluruh rangkaian ibadah dengan baik dan kembali ke Indonesia dalam kondisi sehat.
Founder MS Glow Beauty Shandy Purnamasari mengatakan, program tersebut berangkat dari keinginan memberikan apresiasi kepada masyarakat yang konsisten menjalankan ibadah Tarawih selama Ramadan.
“Kami ingin memberikan apresiasi kepada bapak dan ibu yang selama Ramadan kemarin dengan tekun menjalankan ibadah Tarawih. Mungkin bagi sebagian orang, umrah adalah sebuah impian yang membutuhkan waktu panjang untuk bisa diwujudkan. Karena itu, kami bersyukur bisa menjadi bagian kecil dari perjalanan mereka menuju Tanah Suci,” ujar Shandy.
Menurut Shandy, keberangkatan para penerima apresiasi juga diharapkan tidak berhenti sebagai pengalaman pribadi. Ia berharap perjalanan tersebut membawa kebaikan bagi para jemaah dan keluarga mereka.
“Kami cuma berharap bapak dan ibu di sana ibadahnya mabrur. Semoga pulang dari Tanah Suci, doa-doanya dijabah, keluarga diberikan kesehatan dan keberkahan, dan mudah-mudahan suatu hari nanti bisa berangkat umrah lagi. Kami ingin kebahagiaan ini tidak berhenti di keberangkatan saja, tapi terus dibawa pulang ke keluarga dan lingkungan masing-masing,” lanjut Shandy.
Keberangkatan 10 penerima apresiasi tersebut menjadi penutup rangkaian program ‘Rajin Tarawih Dapat Umroh’ yang dimulai pada Ramadan 2026.
Di sisi lain, perjalanan ke Tanah Suci menjadi babak baru bagi para penerima apresiasi. Dari rutinitas ibadah yang dilakukan selama Ramadan, mereka kini mendapatkan kesempatan untuk menjalankan rangkaian ibadah umrah sekaligus membawa pengalaman tersebut kembali kepada keluarga dan lingkungan masing-masing. (E-1)
