Google Vids Kini Bisa Dipakai Gratis, Fitur AI Dukung Bahasa Indonesia
Google Vids, aplikasi pembuatan video berbasis AI(Dok. Google)

GOOGLE memperluas akses terhadap Google Vids, aplikasi pembuatan video berbasis kecerdasan buatan (AI) memberikan pilihan baru bagi pengguna yang ingin membuat video tanpa harus memiliki kemampuan penyuntingan profesional.

Dilansir dari Google Blog, Google mengumumkan bahwa pengguna dengan akun Google maupun akun Google Workspace kini dapat membuat video berkualitas tinggi menggunakan teknologi AI di Google Vids tanpa biaya. Perusahaan juga menghadirkan sejumlah kontrol kreatif baru yang memungkinkan pengguna mengatur durasi adegan dan transisi dalam video.

Google Vids merupakan aplikasi yang dirancang untuk membantu proses pembuatan video mulai dari menyusun ide, menulis naskah, memproduksi, mengedit, hingga membagikan hasilnya. Dengan bantuan Gemini, pengguna dapat memanfaatkan berbagai fitur AI untuk mempercepat proses pembuatan konten.

Salah satu kemampuan yang ditawarkan adalah pembuatan video berdasarkan perintah teks. Pengguna dapat memasukkan instruksi mengenai video yang ingin dibuat, kemudian AI membantu menghasilkan materi video sesuai arahan tersebut. Google juga memungkinkan pengguna menggunakan gambar atau avatar sebagai referensi dalam pembuatan klip.

Selain itu, Google Vids menyediakan fitur AI untuk membuat voice–over. Fitur tersebut dapat digunakan untuk memberikan narasi pada video tanpa harus merekam suara secara manual. Menariknya, bahasa Indonesia termasuk salah satu bahasa yang didukung untuk pembuatan voice–over AI di Google Vids.

Dukungan bahasa Indonesia juga tersedia pada fitur avatar AI. Google menjelaskan bahwa pengguna dapat membuat avatar AI yang membaca skrip yang diberikan dalam berbagai bahasa, termasuk bahasa Indonesia. Fitur tersebut dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan presentasi, materi pembelajaran, video informasi, maupun konten digital.

Untuk pengguna yang ingin membuat video dari materi yang sudah dimiliki, Google Vids juga menyediakan kemampuan untuk mengubah gambar menjadi klip video, menganimasikan gambar statis, mengedit video yang diunggah, serta memperpanjang klip dengan menambahkan adegan atau tindakan baru.

Google juga memberikan kontrol terhadap hasil video. Dalam pengumuman terbarunya, perusahaan menyebut pengguna dapat membuat video hingga resolusi 1080p dengan model Gemini terbaru yang terintegrasi ke Google Vids. Pengguna juga dapat menentukan durasi adegan dan transisi sehingga hasil video dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

Meski demikian, penggunaan fitur AI tetap memiliki batas tertentu. Google mencantumkan batas penggunaan berdasarkan jenis akun dan fitur yang digunakan. Misalnya, sebagian besar pengguna dapat memperoleh hingga 50 pembuatan klip video AI per bulan, sedangkan batas untuk fitur seperti avatar dan pembuatan gambar dapat berbeda berdasarkan jenis akun.

Google Vids saat ini digunakan melalui komputer karena pembuatan dan pengeditan video belum tersedia pada perangkat seluler. Pengguna juga perlu memastikan akun yang digunakan memiliki akses terhadap fitur yang diinginkan. Untuk akun kantor atau sekolah, administrator organisasi dapat mengatur atau menonaktifkan akses terhadap fitur AI generatif.

Kehadiran dukungan bahasa Indonesia dapat menjadi salah satu perkembangan menarik bagi pengguna di Indonesia. Dengan kemampuan membuat video, menghasilkan narasi, serta menggunakan avatar dalam bahasa Indonesia, Google Vids dapat membantu berbagai kebutuhan konten digital tanpa mengharuskan pengguna menguasai banyak aplikasi penyuntingan.

Meski akses gratis membuat Google Vids lebih mudah dicoba, pengguna tetap perlu memperhatikan batas penggunaan pada fitur AI. Dengan memahami kemampuan dan batasannya, layanan tersebut dapat dimanfaatkan untuk membuat berbagai jenis video secara lebih praktis. (H-4)

 

 



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *