
DEWAN Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) mengecam keras serangkaian serangan kelompok Houthi terhadap Arab Saudi. Kecaman tersebut disampaikan di tengah meningkatnya serangan terhadap fasilitas sipil dan energi serta memburuknya situasi kemanusiaan di Yaman.
Pernyataan bersama itu dibacakan Duta Besar Prancis untuk PBB Jerome Bonnafont selaku presiden DK PBB pada Jumat (25/9) waktu setempat. Langkah tersebut menjadi salah satu bentuk kesatuan sikap yang jarang terlihat di antara anggota badan tertinggi PBB tersebut.
“Anggota Dewan Keamanan mengecam dengan sekeras-kerasnya serangan Houthi yang terus berlangsung terhadap Kerajaan Arab Saudi, termasuk serangan yang berdampak pada infrastruktur sipil dan energi serta mengakibatkan warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, terluka,” kata Bonnafont.
DK PBB juga menegaskan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional dan kebebasan navigasi. Dewan meminta Houthi segera menghentikan eskalasi militer serta serangan yang menyasar warga dan fasilitas sipil.
Serangan Houthi dilaporkan mencakup aksi terhadap kapal tanker, pembatasan pelayaran di perairan sekitar Yaman, serta serangan rudal ke wilayah Arab Saudi. Gangguan terhadap jalur pelayaran turut meningkatkan tekanan terhadap pasar energi.
Perkembangan tersebut juga memperburuk kondisi kemanusiaan di Yaman. Perserikatan Bangsa-Bangsa mencatat sekitar 138 ribu orang terpaksa meninggalkan tempat tinggal sejak Agustus akibat meningkatnya pertempuran. Sekitar 70 ribu di antaranya merupakan anak-anak. Angka tersebut menjadi tingkat pengungsian tertinggi di Yaman sejak gencatan senjata pada 2022.
Kepala badan pengungsi PBB, Barham Salih, memperingatkan bahwa eskalasi terbaru semakin mengkhawatirkan. Menurut dia, warga sipil kembali menjadi pihak yang paling terdampak akibat konflik.
“Dalam krisis kemanusiaan Yaman yang semakin dalam, warga sipil terus menanggung dampak terbesar konflik ini. Puluhan ribu orang telah mengungsi akibat eskalasi dan permusuhan terbaru, mencari keselamatan di Djibouti dan tempat lainnya,” ujar Salih.
Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) mencatat lebih dari 3.500 orang telah menempuh perjalanan berbahaya melalui laut menuju Djibouti di Afrika Timur. PBB juga menerima laporan mengenai warga lain yang masih berupaya meninggalkan wilayah konflik.
DK PBB menyerukan agar akses bantuan kemanusiaan dapat diberikan secara penuh, aman, cepat, dan tanpa hambatan kepada seluruh warga yang membutuhkan. Kondisi anak-anak juga menjadi perhatian. PBB memperkirakan lebih dari 2,2 juta anak berusia di bawah lima tahun di Yaman mengalami kekurangan gizi akut. Lebih dari 500 ribu di antaranya menderita malnutrisi akut berat, kondisi paling mematikan dalam kasus kekurangan gizi. (H-4)
