
JAMES Byczek sedang makan malam bersama istri dan temannya ketika ia melihat sesuatu yang ia kira seekor lalat terbang di dalam ruangan. Namun, saat ia bertanya, tidak ada orang lain yang melihatnya.
Belakangan, bintik melayang itu berubah menjadi garis hitam tebal dan berliku di mata kirinya. Byczek, yang saat itu berusia 56 tahun, segera memeriksakan diri dan berakhir di ruang operasi tiga hari kemudian karena ablasi retina.
Kisah Byczek menjadi pengingat penting bahwa usia ialah faktor risiko utama bagi hampir setiap penyakit mata. Meskipun beberapa perubahan penglihatan merupakan bagian normal dari penuaan, yang lain bisa menjadi tanda kondisi serius yang mengancam penglihatan.
Berikut tujuh perubahan mata terkait usia yang tidak boleh Anda abaikan:
1. Kesulitan Fokus Jarak Dekat (Presbiopia)
Sekitar usia 40 tahun, banyak orang mulai kesulitan membaca tulisan kecil pada label obat atau ponsel. Kondisi ini disebut presbiopia. Hal ini terjadi karena lensa mata yang dulunya lunak mulai mengeras seiring bertambahnya usia, sehingga sulit untuk berubah bentuk saat memfokuskan cahaya pada objek dekat.
Apa yang harus dilakukan: Segera lakukan pemeriksaan mata. Dokter mungkin akan merekomendasikan kacamata baca atau lensa resep untuk membantu penglihatan Anda kembali tajam.
2. Mata Kering dan Terasa Berpasir
Seiring bertambahnya usia, produksi air mata alami cenderung berkurang. Data menunjukkan sekitar 5% orang dewasa didiagnosis menderita mata kering, dan prevalensinya meningkat seiring bertambahnya usia. Penggunaan layar digital dalam waktu lama dapat memperburuk kondisi ini.
Apa yang harus dilakukan: Air mata buatan yang dijual bebas dapat memberikan bantuan. Namun, jika kondisi ini menetap, konsultasikan dengan dokter mata untuk memastikan tidak ada masalah yang lebih serius.
3. Kesulitan Menyesuaikan Diri dengan Cahaya Redup
Pernahkah Anda merasa butuh waktu lebih lama bagi mata untuk menyesuaikan diri saat masuk ke bioskop yang gelap? Penuaan menyebabkan fotoreseptor berbentuk batang di mata mengalami degenerasi, sehingga sulit melakukan tugas sehari-hari dalam cahaya redup.
Apa yang harus dilakukan: Kesulitan ini bisa dikaitkan dengan risiko degenerasi makula terkait usia (AMD). Lakukan skrining penyakit mata secara rutin, terutama jika Anda berusia di atas 50 tahun.
4. Penglihatan Berawan atau Kabur (Katarak)
Katarak sering terjadi setelah usia 60 tahun, ketika lensa mata yang jernih menjadi keruh dan mengeras. Gejalanya meliputi penglihatan yang tidak tajam, distorsi, atau munculnya lingkaran cahaya (halo) di sekitar lampu saat malam hari.
Apa yang harus dilakukan: Berbeda dengan banyak kondisi lain, penglihatan akibat katarak dapat dipulihkan melalui prosedur operasi jika lensa resep sudah tidak lagi membantu.
5. Distorsi Penglihatan (Garis Lurus Terlihat Bergelombang)
Jika objek yang seharusnya lurus–seperti tiang telepon atau kusen pintu–tampak bergelombang atau melengkung, ini adalah gejala serius dari AMD atau penyakit mata diabetik. Hal ini sering terjadi akibat pecahnya pembuluh darah di belakang fotoreseptor mata.
Apa yang harus dilakukan: Ini gejala peringatan bahwa ada sesuatu yang terjadi pada retina. Segera lakukan evaluasi medis, terutama jika hanya terjadi pada satu mata.
6. Munculnya Floaters atau Kilatan Cahaya
Floaters tampak seperti bintik, garis, atau sarang laba-laba yang melayang di bidang penglihatan. Hal ini terjadi saat zat vitreous di dalam mata mencair seiring bertambahnya usia. Namun, munculnya floaters baru secara tiba-tiba bisa menjadi tanda ablasi retina.
Apa yang harus dilakukan: Jika Anda melihat banyak floaters baru atau kilatan cahaya secara mendadak, segera hubungi spesialis mata. Penanganan yang terlambat dapat menyebabkan kehilangan penglihatan permanen.
7. Hilangnya Penglihatan Tepi (Glaukoma)
Glaukoma sering disebut sebagai pencuri penglihatan karena biasanya tidak menunjukkan gejala awal. Penyakit ini merusak saraf optik dan secara bertahap mempersempit penglihatan tepi (perifer) sebelum akhirnya menyerang penglihatan pusat.
Apa yang harus dilakukan: Karena sering kali tanpa gejala, pemeriksaan mata rutin setelah usia 40 tahun sangat krusial. Glaukoma dapat diobati jika terdeteksi dini. Namun kerusakan yang sudah terjadi bersifat permanen.
American Academy of Ophthalmology menyarankan orang dewasa di atas 40 tahun melakukan skrining setiap 5-10 tahun. Bagi mereka yang berusia di atas 55 tahun, pemeriksaan disarankan setiap 1-2 tahun dan setiap tahun bagi yang berusia di atas 65 tahun, terutama jika memiliki riwayat diabetes atau tekanan darah tinggi. (The Washington Post/I-2)
