
ASALsal-usul bintang laut dan kerabatnya mendapatkan titik terang baru setelah para ilmuwan mempelajari fosil hewan laut purba berusia 518 juta tahun. Fosil spesies Yujingia glutenotunica ini ditemukan di wilayah Yunnan, Tiongkok, tepatnya dalam situs biota Chengjiang yang tersohor.
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Current Biology ini melibatkan tim ahli dari Northwest University dan University of Cambridge. Temuan ini memberikan gambaran krusial mengenai bentuk tubuh nenek moyang kelompok Ambulacraria, yang mencakup bintang laut, bulu babi, hingga cacing acorn (hemichordata).
Yujingia glutenotunica memiliki dimensi yang sangat mungil, dengan panjang hanya berkisar antara 8 hingga 22 milimeter. Meski tidak memiliki kerangka yang termineralisasi, fosil ini secara luar biasa mampu mempertahankan detail bagian tubuh lunak, saluran pencernaan, serta struktur tambahan lainnya yang menjadi kunci identifikasi ilmiah.
Para peneliti menyoroti keberadaan dua kelompok struktur menyerupai tentakel pada fosil tersebut. Satu bagian berupa lengan bercabang mirip bulu yang berfungsi menangkap partikel organik dari air, sementara struktur lainnya diduga membantu hewan ini menempel di dasar laut. Temuan ini mematahkan asumsi lama bahwa nenek moyang kelompok ini hanya berupa hewan mirip cacing yang menyaring makanan melalui faring.
Melalui analisis filogenetik terhadap 505 karakter morfologi dari 100 kelompok hewan, tim peneliti menempatkan Yujingia sebagai fosil bertentakel yang berkerabat dekat dengan nenek moyang terakhir Ambulacraria modern. Hal ini menunjukkan bahwa sejarah evolusi echinodermata jauh lebih kompleks dan telah berlangsung sangat lama.
Secara evolusioner, Ambulacraria memiliki hubungan dengan chordata, kelompok yang mencakup manusia. Keberadaan Yujingia membantu ilmuwan memahami tahapan awal diversifikasi kedua garis keturunan tersebut. Fosil kecil ini kini dianggap sebagai bagian penting yang mengisi celah catatan fosil deuterostoma awal, membuktikan keragaman bentuk tubuh dan pola makan sejak setengah miliar tahun lalu. (University of Cambridge/Z-10)
