Tiga Jenis Gangguan Prostat yang Mengintai Pria Seiring Bertambahnya Usia
Ilustrasi(magnific)

GANGGUAN prostat merupakan salah satu masalah kesehatan yang kerap membayangi kaum pria, terutama seiring dengan bertambahnya usia. Jika diabaikan, kondisi ini tidak hanya menimbulkan rasa tidak nyaman, tetapi juga dapat memperburuk kualitas hidup pengidapnya secara signifikan.

Dokter Spesialis Urologi Subspesialis Onkologi, dr. Andar R. Siregar, Sp. U, Subsp. Onk. (K), menjelaskan bahwa prostat adalah kelenjar penting dalam sistem reproduksi pria yang berukuran sebesar kacang kenari. Terletak tepat di bawah kandung kemih dan mengelilingi uretra (saluran pembawa urine), fungsi utama kelenjar ini adalah menghasilkan cairan semen yang memberi nutrisi serta membawa sperma.

“Seiring pertambahan usia dan pengaruh hormon testosteron, ukuran prostat secara alami dapat terus membesar,” ujar Andar, yang merupakan lulusan Universitas Indonesia, dalam keterangan resmi di Jakarta, dikutip Jumat (25/9).

Ketika kelenjar ini membesar, jaringan prostat akan menekan uretra, sehingga aliran urine menjadi tersumbat atau sulit keluar. Andar membeberkan tiga jenis gangguan prostat yang paling sering ditemukan pada pria:

1. Benign Prostatic Hyperplasia (BPH)

BPH atau pembesaran prostat jinak adalah kondisi ketika kelenjar prostat mengalami pembesaran yang bukan disebabkan oleh kanker. Gangguan ini sangat umum terjadi pada pria usia lanjut. Data menunjukkan bahwa BPH memengaruhi sekitar 50 persen pria pada usia 60-an, dan melonjak hingga 90 persen pada pria berusia di atas 80 tahun.

Tekanan pada uretra akibat BPH memicu kelompok gejala yang disebut Lower Urinary Tract Symptoms (LUTS) atau gejala saluran kemih bagian bawah. Keluhan yang sering muncul meliputi:

  • Kesulitan memulai buang air kecil.
  • Pancaran urine yang melemah.
  • Harus mengejan saat buang air kecil.
  • Frekuensi buang air kecil yang lebih sering, terutama sering terbangun pada malam hari.
  • Merasa urine belum keluar sepenuhnya (tidak lampias).

“Meskipun pada awalnya mungkin terasa ringan, keluhan yang berlangsung terus-menerus dapat mengganggu kualitas tidur, aktivitas sehari-hari, hingga kualitas hidup. Oleh karena itu, keluhan buang air kecil yang menetap sebaiknya tidak diabaikan,” kata dr. Andar. Ia menambahkan bahwa BPH dipicu oleh faktor usia, riwayat keluarga, genetik, gaya hidup, serta adanya penyakit penyerta (komorbid).

2. Prostatitis

Berbeda dengan BPH yang didominasi oleh pria lansia, prostatitis adalah peradangan atau pembengkakan pada prostat yang lebih sering ditemukan pada pria usia muda atau paruh baya. Kondisi ini umumnya dipicu oleh infeksi bakteri dan dapat menimbulkan rasa nyeri yang mengganggu.

“Karena penyebab dan karakteristiknya berbeda dengan BPH, penanganannya pun perlu disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya,” jelasnya.

3. Kanker Prostat

Gangguan ketiga adalah kanker prostat, yaitu pertumbuhan sel ganas yang berasal dari jaringan kelenjar prostat. Sama seperti BPH, kanker prostat juga kerap ditemukan pada pria usia lanjut.

Tantangan terbesar dari kanker prostat adalah sifatnya yang tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Bahkan, ketika gejala mulai muncul, keluhannya sering kali menyerupai gangguan saluran kemih akibat BPH. Dr. Andar menekankan bahwa deteksi dini dan pemeriksaan yang tepat sangat diperlukan untuk menegakkan diagnosis secara akurat.

Untuk mempermudah pemahaman mengenai karakteristik ketiga gangguan tersebut, berikut adalah tabel ringkasannya:







Jenis Gangguan Karakteristik Utama Kelompok Usia Rentan
Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) Pembesaran prostat jinak (non-kanker) yang menekan uretra dan memicu gejala saluran kemih bawah (LUTS). Pria usia lanjut (50% pada usia 60-an, 90% pada usia 80+).
Prostatitis Peradangan atau pembengkakan kelenjar prostat yang sering kali disebabkan oleh infeksi bakteri dan menimbulkan nyeri. Pria usia muda dan paruh baya.
Kanker Prostat Pertumbuhan sel ganas pada jaringan prostat. Tidak bergejala di awal, dan gejalanya mirip BPH pada stadium lanjut. Pria usia lanjut.

Melalui pengenalan gejala dan perbedaan karakter gangguan ini, masyarakat diharapkan lebih waspada dan segera melakukan konsultasi medis jika mengalami perubahan pada pola buang air kecil demi penanganan yang cepat dan tepat. (Ant/Z-1)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *