Gelar Premier di Sumbar, Film Ibadah & Cinta Soroti Pentingnya Komunikasi Anak dan Orangtua
Film Ibadah & Cinta menggelar gala premier di Sumatra Barat, Rabu (23/9) malam, menjelang penayangan serentak di bioskop Indonesia pada 24 September 2026.(MI/Yose Hendra)

FILM Ibadah & Cinta menggelar gala premier di Sumatra Barat pada Rabu (23/9) malam, menjelang penayangannya secara serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai Kamis, 24 September 2026.

Acara pemutaran perdana tersebut dihadiri oleh jajaran pemeran utama seperti Adhin Abdul Hakim dan Berlliana Lovell, Gubernur Sumatra Barat Mahyeldi, jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Sumbar, serta istri Wakil Gubernur Sumbar, Dianita Maulin.

Di balik latar belakang drama romantis, film garapan sutradara Jastis Arimba dan penulis naskah Ifan Adriansyah Ismail ini membawa pesan mendalam mengenai relasi keluarga. Persoalan komunikasi serta perbedaan cara pandang antara anak dan orang tua menjadi fokus utama yang diangkat.

Gubernur Sumbar Mahyeldi menilai Ibadah & Cinta menyajikan pelajaran penting bagi keluarga, khususnya orang tua dalam memahami anak yang beranjak dewasa.

“Ini semuanya pelajaran bagi orangtua dalam menghadapi anaknya. Anak yang sudah dewasa bagaimana menyesuaikan dengan kedewasaan, dan ibu bagaimana mendalami perasaan anaknya,” kata Mahyeldi.

Ia menekankan pentingnya ruang dialog dalam keluarga agar masing-masing pihak saling memahami sudut pandang tanpa merenggangkan ikatan kekeluargaan.

“Ini pembelajaran bagaimana semua hal dikomunikasikan, sehingga meneruskan hal yang tepat bagi anak. Ini keteladanan dari anak ke orang tua,” ujarnya.

Selain itu, Mahyeldi juga menyoroti pentingnya menjaga hubungan antara orang tua dan anak perempuan yang telah menikah.

“Apalagi sudah bersuami, bagaimana hubungan orangtua harus tetap dibangun. Seorang perempuan dengan suami, tapi sebagai seorang anak tidak terputus hubungannya dengan orangtua,” katanya.

Menurut Mahyeldi, film ini menjadi refleksi nyata atas dinamika kehidupan keluarga sehari-hari.

“Film ini cerminan bagaimana kita sebagai seorang anak, seorang ibu, akhir perjalanan kita. Perpaduan antara fakta dan rasa menghadirkan suatu keputusan yang tepat,” ucapnya.

Senada dengan hal tersebut, Dianita Maulin berpesan agar penonton dapat memetik hikmah untuk tidak terburu-buru menilai seseorang dari penampilan fisik semata.

“Jangan menilai orang dari cover-nya. Kapan orang mendapat hadiah, tidak ada kita yang tahu,” kata Dianita.

Pemeran karakter Ganda, Adhin Abdul Hakim, mengungkapkan bahwa konflik yang dihadirkan dalam film ini sangat dekat dengan realitas masyarakat saat ini.

“Film ini relate dengan hari ini. Masih banyak anak dan orang tua, entah itu anak laki-laki dengan bapaknya atau anak perempuan dengan bapaknya. Intinya kan perkara komunikasi,” ujar Adhin saat sesi diskusi.

Adhin menjelaskan bahwa baik anak maupun orangtua pada dasarnya menginginkan hal yang terbaik, namun sering kali terhambat oleh perbedaan cara penyampaian.

“Perspektif anak dan bapak pasti berbeda. Semuanya pasti menginginkan yang terbaik, karena enggak mungkin ada yang menginginkan yang buruk, tapi komunikasinya berbeda,” tuturnya. “Intinya di sini komunikasi. Cara berkomunikasi memang harus diselaraskan karena anak dan orang tua punya cara berkomunikasi yang berbeda.”

Menjelang penayangan perdananya di bioskop, Adhin membagikan optimismenya setelah merampungkan rangkaian promosi di berbagai daerah, seperti Medan, Palembang, Lampung, hingga sejumlah wilayah di Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi.

“Optimistis, optimistis banget. Bismillah,” kata Adhin.

Secara garis besar, Ibadah & Cinta mengisahkan perjalanan Rico (Achmad Megantara), seorang pemuda asal Australia yang hidup tanpa arah di Melbourne. Pertemuannya dengan Santun (Indah Permatasari), seorang ustazah muda putri Kyai Umar, membawa Rico pada proses mengenal agama dan menelusuri makna cinta, yang kemudian diperhadapkan pada ujian keluarga serta nilai keagamaan.

Film ini turut didukung oleh penampilan Berlliana Lovell (Nissa), Mathias Muchus, Elma Theana, Sita Permatasari, Didi Hasyim, Erwin Rakiman, Irene Librawati, Jamie Aditya, dan Stevan Rizky. (Z-1)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *