Cara Mengetahui Kadar Kolesterol Tinggi Menurut Penjelasan Dokter
Ilustrasi.(Magnific)

KOLESTEROL tinggi merupakan faktor risiko utama penyakit jantung, serangan jantung, dan stroke. Namun, sering kali sulit untuk mengetahui apakah kadar kolesterol Anda sudah mencapai tingkat yang berbahaya. Memahami tanda-tanda dan cara mendeteksinya sangat penting untuk menghentikan masalah kesehatan sebelum berkembang lebih jauh.

Tracy Paeschke, M.D., seorang kardiolog preventif di Heart Health Prevention and Wellness, menjelaskan bahwa kolesterol adalah zat lemak yang mengalir melalui aliran darah. “Tubuh Anda membutuhkan kolesterol untuk membangun sel-sel sehat dan memproduksi hormon, tetapi terlalu banyak kolesterol dapat menyebabkan penumpukan plak di arteri Anda,” ujarnya.

Berdasarkan data American Heart Association (AHA), terdapat dua jenis kolesterol utama:

  • Low-density lipoprotein (LDL): Dikenal sebagai kolesterol jahat. Kadar LDL yang tinggi dapat memicu aterosklerosis atau penumpukan plak.
  • High-density lipoprotein (HDL): Dikenal sebagai kolesterol baik. Kadar HDL yang rendah mengurangi kemampuan tubuh untuk membersihkan kolesterol dari pembuluh darah.

Cara Mengetahui jika Kolesterol Terlalu Tinggi

Para ahli menegaskan bahwa satu-satunya cara pasti untuk mengetahui kadar kolesterol adalah melalui tes darah. Kevin Shah, M.D., kardiolog dari MemorialCare Heart & Vascular Institute, menyatakan bahwa kolesterol tinggi biasanya bersifat senyap atau tanpa gejala (silent killer).

“Sayangnya, tidak ada tanda fisik yang dapat diandalkan,” kata Dr. Shah. “Kebanyakan orang tidak merasakan gejala apa pun sampai penumpukan plak menyebabkan kejadian kardiovaskular.”

Panduan Skrining Terbaru:

American College of Cardiology dan AHA merilis pedoman baru untuk manajemen kolesterol:

  • Anak-anak usia 9 hingga 11 tahun disarankan menjalani panel lipid.
  • Orang dewasa mulai usia 19 tahun disarankan melakukan tes setiap lima tahun.
  • Pengukuran kadar Lipoprotein (a) minimal sekali seumur hidup untuk mendeteksi risiko genetik.

Tanda-Tanda Fisik pada Kondisi Lanjut

Meskipun kolesterol tinggi pada tahap awal tidak bergejala, Dr. Shah mencatat bahwa tanda-tanda fisik mungkin muncul jika kondisi ini dibiarkan tanpa pengobatan dalam waktu lama. Gejala tersebut biasanya menandakan penyakit yang sudah lanjut, seperti:

  • Ketidaknyamanan pada dada.
  • Sesak napas.
  • Penurunan toleransi terhadap aktivitas fisik atau olahraga.

Selain itu, terdapat gangguan genetik tertentu seperti familial hypercholesterolemia yang dapat menunjukkan gejala fisik unik menurut National Library of Medicine (NLM), di antaranya:

  • Endapan lemak berwarna kuning pada kulit atau kelopak mata (xanthelasma).
  • Cincin berwarna putih, biru, atau abu-abu di sekitar iris mata.
  • Kram betis saat berjalan.
  • Luka pada jari kaki yang sulit sembuh.

Kesimpulan

Tanpa ada penyakit kardiovaskular lanjut atau kelainan genetik, hampir mustahil mendeteksi kolesterol tinggi tanpa bantuan medis. “Tes darah adalah satu-satunya cara untuk memastikannya,” tegas Dr. Shah. Rutinitas skrining, menjaga pola makan sehat, olahraga teratur, dan tidak merokok tetap menjadi langkah pencegahan terbaik untuk menjaga kadar kolesterol dalam rentang normal. (Prevention/I-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *