
SEBANYAK 478 pelajar dari berbagai daerah di Indonesia akan mengikuti Kejuaraan Catur Pelajar Tingkat Nasional ITB86 Bidak Ganesha VI di Aula Barat Institut Teknologi Bandung (ITB), Sabtu (26/9). Kejuaraan yang digelar komunitas alumni ITB angkatan 1986 (ITB86) itu menjadi bagian dari upaya pembinaan catur pelajar sekaligus rangkaian Reuni 40 Tahun ITB86.
Peserta berasal dari jenjang TK/PAUD, SD, SMP, hingga SMA. Mereka datang dari berbagai provinsi, termasuk peserta dari Pulau Buru, Maluku, dan Kolaka, Sulawesi Tenggara.
Ketua Panitia ITB86 Bidak Ganesha 2026 Bayu Hanggoro mengatakan penyelenggaraan tahun keenam menunjukkan konsistensi alumni ITB86 dalam menyediakan ruang kompetisi bagi pelajar sekaligus mendorong lahirnya pecatur muda berprestasi.
“Kejuaraan ini bukan hanya menjadi ajang pertandingan, tetapi juga bagian dari upaya kami mendukung pembinaan catur pelajar di Indonesia. Peserta berasal dari jenjang TK/PAUD, SD, SMP, hingga SMA,” kata Bayu, Rabu (23/9).
Menurut Bayu, tingginya minat pelajar mengikuti kejuaraan terlihat dari proses pendaftaran. Pada 2025, kuota kategori favorit habis dalam waktu sekitar tiga jam. Tahun ini, kuota kategori tersebut telah terpenuhi hanya dalam tujuh menit.
“Tingginya minat peserta juga terlihat dari kecepatan pendaftaran. Jika pada 2025 kategori favorit habis dalam waktu sekitar tiga jam, tahun ini kuota kategori favorit ludes hanya dalam tujuh menit,” ujarnya.
Pertandingan menggunakan sistem catur cepat dengan tujuh babak. Setiap peserta memperoleh kontrol waktu 15 menit ditambah lima detik untuk setiap langkah (increment).
Panitia menyiapkan total hadiah utama Rp86 juta yang ditambah berbagai hadiah hiburan. Secara keseluruhan, nilai hadiah mencapai sekitar Rp90 juta untuk lebih dari 100 pemenang dari berbagai kategori.
Rangkaian kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB dan babak pertama dijadwalkan berlangsung pukul 09.00 WIB. Penutupan diperkirakan dimulai pukul 17.00 WIB.
Selain kompetisi, penyelenggara memasukkan aspek keberlanjutan dalam pelaksanaan kejuaraan. Panitia mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dengan memberikan tumbler kepada setiap peserta. Fasilitas pengisian ulang air minum juga disediakan di arena pertandingan dan panitia tidak membagikan air minum dalam botol plastik sekali pakai.
LIBATKAN PESERTA DAN KELUARGA
ITB86 Bidak Ganesha 2026 juga dikemas sebagai festival catur yang melibatkan peserta dan keluarga. Sebelum pertandingan, panitia menggelar pelatihan catur secara daring sebanyak lima seri bersama Master Internasional (MI) Masruri Rahman.
Pada hari pertandingan, peserta akan mendapat sejumlah fasilitas pendukung, antara lain area pertandingan yang ditata berdasarkan kode warna, pengaturan meja dan area, time keeper, serta ruang pertandingan khusus.
Peserta dari kelompok TK/PAUD juga mendapatkan pendampingan. Panitia menyediakan area tunggu, fasilitas air minum, bazar kuliner, lokasi foto, photobooth, panggung hiburan, dan ruang ibadah.
Bayu mengatakan panitia juga menyiapkan tim dokumentasi profesional untuk mengabadikan kegiatan dan memberikan hasil dokumentasi kepada peserta tanpa biaya tambahan. Selain itu, tersedia merchandise melalui sistem pre-order.
“Tim dokumentasi profesional juga disiapkan untuk mengabadikan rangkaian kegiatan dan memberikan hasil dokumentasi kepada peserta secara gratis. Selain itu, tersedia merchandise melalui sistem pre-order,” katanya.
Rangkaian kegiatan juga dilengkapi aksi sosial berupa donor darah serta penempatan petugas kebersihan di seluruh area kegiatan. Bayu mengatakan penyelenggaraan ITB86 Bidak Ganesha diarahkan tidak hanya untuk menghasilkan kompetisi, tetapi juga menciptakan ruang bagi pelajar mengembangkan kemampuan dan membangun semangat berprestasi melalui olahraga catur.
Kejuaraan tahun ini mengusung moto “Sportivitas Tanpa Batas, Menuju Prestasi Berkelas Dunia.” Penyelenggara berharap kegiatan tersebut dapat terus menjadi wadah pembinaan dan kompetisi bagi pecatur pelajar dari berbagai daerah. (E-2)
