
PULUHAN hektare lahan gambut di kawasan ruas jalan Tol Balikpapan-Samarinda, tepatnya di STA 31+200, RT 005, Kelurahan Sungai Merdeka, Kecamatan Samboja Barat, Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, hangus terbakar pada Senin (21/9). Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ini memicu kepulan asap tebal dari area yang didominasi material gambut dan semak belukar.
Kapolsek Samboja, AKP Mohamad Yazid, mengungkapkan bahwa peristiwa tersebut terdeteksi setelah adanya laporan masyarakat mengenai asap tebal di sekitar lokasi. Berdasarkan pemantauan lapangan, luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai 50 hektare.
“Mendapat laporan dari masyarakat, personel Polsek Samboja bersama tim gabungan segera mendatangi lokasi untuk melakukan upaya penanganan pemadaman,” ujar Yazid pada Rabu (23/9).
Kendala Lahan Gambut dan Ketersediaan Air
Upaya pemadaman melibatkan puluhan personel gabungan dari berbagai unsur, mulai dari Polsek Samboja, Koramil 0906-06/Samboja, Batalyon Kavaleri 13/Satya Lembuswana, personel BKO Brimob, hingga Damkarmatan Samboja. Selain itu, pihak Jasa Marga, Masyarakat Peduli Api (MPA), PMI, BOSF, Jejak Pulang, serta Pramuka Peduli turut dikerahkan ke lokasi.
Petugas di lapangan tidak hanya fokus memadamkan api, tetapi juga memetakan titik panas guna mencegah penyebaran. Namun, karakteristik lahan gambut dengan vegetasi semak belukar, pakisan, dan selingsing yang mengering menjadi tantangan besar.
“Karakteristik lahan tersebut menjadi kendala tim untuk melakukan pemadaman dengan cepat, karena membutuhkan waktu dan penanganan secara berkelanjutan,” terangnya.
Selain kondisi medan, tim gabungan juga menghadapi kendala keterbatasan pasokan air. Yazid menyebutkan bahwa pemadaman sempat dihentikan sementara pada Selasa (22/9) dini hari sekitar pukul 03.10 WITA karena persediaan air di lokasi habis.
Langkah Antisipasi dan Koordinasi
Untuk mendukung operasi, sejumlah armada disiagakan, termasuk kendaraan patroli, mobil pemadam kebakaran, dua unit mobil tangki suplai air milik Jasa Marga, mobil tangki PMI, hingga mesin pompa. Petugas juga membuat sekat bakar untuk memperlambat laju api di lapisan bawah gambut.
Kapolsek menegaskan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim dan Kabupaten Kukar untuk memastikan penanganan terpadu. Pemantauan berkesinambungan sangat diperlukan mengingat api pada lahan gambut dapat bertahan lama di bawah permukaan.
“Meski dihadapkan pada keterbatasan air dan kondisi medan yang cukup sulit, personel gabungan tetap melakukan pengamanan, pemantauan, serta berbagai upaya pengendalian agar kebakaran tidak meluas ke kawasan lainnya,” pungkas Yazid.(H-2)
