
JAJARAN Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengerahkan kekuatan penuh ke titik terdampak bencana banjir bandang di Kabupaten Solok, Sumatra Barat, guna mempercepat proses penanganan darurat sejak Senin (21/9) malam.
Komandan Korem 032 Wirabraja, Brigjen TNI Aji Mimbarno, menyatakan bahwa pengerahan pasukan telah dilakukan secara masif untuk membantu masyarakat yang menjadi korban musibah tersebut.
“Ratusan personel TNI sudah berada di lokasi dari Senin malam dan berlanjut pada Selasa pagi,” ujar Danrem 032 Wirabraja di Padang, Selasa (22/9).
Pengerahan Satuan dan Fokus Evakuasi
Pasukan yang diterjunkan ke lapangan merupakan gabungan dari unsur Kodim 0309/Solok serta Batalyon TP 951/PM. Fokus utama penugasan meliputi evakuasi warga, pencarian korban hilang, serta pembukaan akses transportasi yang lumpuh akibat terjangan material alam.
Banjir bandang yang menerjang kawasan tersebut tidak hanya membawa arus air berintensitas tinggi, tetapi juga material ikutan berupa bebatuan, pasir, dan endapan lumpur tebal.
“Kami juga fokus untuk pembersihan material banjir bandang yang telah memutus akses jalan utama Padang dengan Solok, sehingga jalan itu bisa segera dipulihkan kembali,” jelasnya.
Selain membuka jalur penghubung antarwilayah, Komandan Korem juga menginstruksikan jajarannya untuk memprioritaskan operasi pencarian terhadap dua orang warga yang dilaporkan belum ditemukan pascakejadian. Guna memaksimalkan kerja darurat, Kodim 0309/Solok turut menerjunkan alat berat langsung ke pemukiman warga yang mengalami kerusakan parah.
Kronologi Kejadian
Bencana alam ini bermula ketika wilayah Arosuka, Solok, diguyur hujan dengan intensitas lebat sejak Senin pukul 18.00 WIB. Kondisi cuaca ekstrem tersebut memicu debit air meluap hingga berujung pada banjir bandang yang menghantam kawasan setempat pada pukul 20.00 WIB. (Ant/E-4)
