
ESPORTS kembali mengukuhkan posisinya sebagai cabang olahraga perebutan medali resmi untuk kedua kalinya pada ajang Asian Games ke-20. Kompetisi yang digadang-gadang sebagai ajang esports terbesar dalam sejarah Asian Games ini dijadwalkan berlangsung mulai 23 September hingga 2 Oktober 2026 di Hall D, Aichi Sky Expo, Jepang.
Tahun ini, cabang esports mencakup 11 nomor pertandingan dari enam kategori gim yang melibatkan berbagai penerbit. Mengingat kompleksitas integrasi lintas game engine, sistem pengelolaan versi, hingga spesifikasi teknis perangkat, Tencent Esports Competition Solution (ECS) hadir memberikan dukungan teknis menyeluruh (end-to-end) untuk memastikan kelancaran seluruh rangkaian pertandingan.
Standardisasi Kompetisi di Tengah Keberagaman Game
Berbeda dengan liga profesional yang biasanya hanya fokus pada satu judul gim, ajang multiolahraga seperti Asian Games menuntut penyatuan berbagai judul game dan tim di bawah satu standar operasional yang seragam. ECS dirancang untuk menjembatani kebutuhan tersebut melalui tiga fase utama:
| Tahap Kompetisi | Fitur Utama | Fungsi Teknis |
|---|---|---|
| Pra-Pertandingan | Inspection Station | Pemeriksaan perangkat periferal, perangkat pertandingan, dan lingkungan kompetisi. |
| Selama Pertandingan | Monitoring Console | Pemantauan 30+ indikator langsung (jaringan/perangkat) dan integrasi video (POV, OB, Hand Cam). |
| Pasca-Pertandingan | Review Room | Akses peninjauan rekaman, evaluasi wasit, penyusunan rangkuman, dan pengarsipan data. |
Rekam Jejak dan Persiapan Matang
Implementasi ECS di Jepang merupakan pengembangan dari kesuksesan pada Asian Games ke-19, saat tim teknis Tencent Esports berhasil mengawal 217 pertandingan tanpa kendala teknis. Sebagai persiapan menuju edisi ke-20, ECS telah melewati serangkaian uji coba ketat di Jepang, Singapura, dan Vietnam sepanjang Januari hingga Juni 2026.
Director of Tencent Esports, Yati Zhang, menekankan bahwa integrasi esports ke ajang multiolahraga menuntut standar yang setara dengan olahraga tradisional.
“ECS mengubah proses manual seperti pemeriksaan peralatan dan perwasitan menjadi sistem teknis yang dapat dicatat, dilacak, dan ditinjau ulang. Kami berharap ini menjadi fondasi teknis bagi kompetisi esports di seluruh Asia,” ujarnya.
Visi Jangka Panjang Infrastruktur Esports Asia
Langkah ini juga merupakan bagian dari kemitraan strategis 10 tahun (2025–2035) antara Dewan Olimpiade Asia (OCA) dan Tencent Esports. Fokus kolaborasi ini telah bergeser dari sekadar partisipasi kompetisi menuju pembangunan ekosistem teknologi bersama.
Director General OCA, Husain Al-Musallam, menyatakan bahwa membangun sistem kompetisi yang terstruktur secara kelembagaan adalah arah masa depan esports.
“Penerapan ECS di Asian Games adalah langkah nyata untuk membangun tolok ukur Asia bagi olahraga ini, berkontribusi pada standar teknis dan ekosistem yang lebih luas,” ungkapnya.
Dengan diterapkannya ECS pada 11 nomor pertandingan di Aichi Sky Expo, ajang ini menjadi pengujian skala besar bagi infrastruktur teknis terstandarisasi dalam mendukung ekosistem esports yang semakin kompleks di panggung dunia. (Z-1)
