Wasia Project Rilis Album Debut Nocturne: Katarsis Musik Malam Hari
Wasia Project(MI/HO)

DUO musik kakak beradik, Will Gao dan Olivia Hardy, yang tergabung dalam Wasia Project, resmi merilis album debut mereka yang sangat dinantikan bertajuk Nocturne.

Dirilis melalui AWAL Recordings, album ini menandai babak baru dalam perjalanan musikal mereka dengan mengeksplorasi kegelisahan masa muda menjadi sebuah katarsis emosional yang mendalam.

Terdiri dari 12 lagu, Nocturne dirancang sebagai perjalanan kinetik yang menangkap berbagai nuansa malam. Mulai dari introspeksi sunyi di penghujung senja hingga energi euforia di lantai dansa, album ini menjadi ruang bagi pendengar untuk terhubung di tengah dunia yang semakin terfragmentasi.

Eksplorasi Sonik dan Single Unggulan

Perilisan album ini didahului oleh sejumlah single yang membangun dunia sonik khas Wasia Project. Lagu pembuka 2515 menghadirkan denyut elektronik sinematik, diikuti oleh Bleeding Gold dan Whale Call.

Menariknya, Whale Call juga terpilih menjadi bagian dari soundtrack film Netflix Heartstopper Forever, yang turut dibintangi oleh Will Gao sebagai Tao Xu.

Single terakhir sebelum album meluncur, Vogue, sukses meraih penghargaan Hottest Record dari Jack Saunders di BBC Radio 1. Lagu ini merayakan kebebasan tubuh dan energi klub, yang kemudian diinterpretasikan ulang oleh DJ asal Jerman, Gerd Janson, untuk membawa atmosfer kinetiknya lebih jauh ke lantai dansa.

Daftar Lagu dan Sorotan Album ‘Nocturne’:










Judul Lagu Karakteristik / Catatan
2515 Denyut elektronik berliku dan skala sinematik.
Bleeding Gold Tema nostalgia; video musiknya disutradarai oleh Harvey Frost.
Whale Call Soundtrack resmi film Netflix ‘Heartstopper Forever’.
Vogue Anthem euforia; peraih Hottest Record BBC Radio 1.
Moon Goddess Terinspirasi legenda Tiongkok; nuansa elektro-akustik melankolis.
Wildfire Focus track; penutup album yang eksplosif dan katarsis.

Refleksi Masa Muda dan Identitas

Secara tematik, Nocturne menangkap kabut emosional generasi pascapandemi yang hidup di antara dunia fisik dan digital. Wasia Project meninggalkan nuansa ringan dari karya awal mereka, beralih ke palet sonik yang lebih gelap, gritty, dan imersif. Mereka meleburkan fondasi musik klasik dengan modern soul, trip-hop, hingga atmospheric electronica.

Dalam pernyataan resminya, Wasia Project mengungkapkan bahwa album ini adalah kumpulan lagu yang membawa pendengar melewati perjalanan malam.

“Dari koneksi elektrik di klub malam hingga kesendirian di malam tanpa tidur, kami menghadirkan karya yang menjadi tempat berlindung bagi berbagai momen dalam hidup,” ungkap mereka.

Rekam Jejak Global

Sejak terbentuk pada 2019, duo British-Chinese ini telah mencatatkan pencapaian impresif dengan lebih dari 200 juta streams secara global. Popularitas mereka meroket lewat lagu “ur so pretty” dari EP debut ‘how can I pretend?’ (2022).

Keberhasilan mereka juga terlihat dari panggung tur yang terjual habis di Inggris, menjadi pembuka tur Laufey di Amerika Serikat, hingga tampil di festival besar seperti Lollapalooza Germany. Dengan rilisnya Nocturne, Wasia Project semakin mengukuhkan posisi mereka sebagai suara generasi muda yang berani melampaui batas genre dan emosi.

Album Nocturne kini sudah dapat dinikmati di seluruh platform streaming digital mulai 22 September 2026. (Z-1)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *