Populasi Anjing di Desa Gobleg Tembus 1.000 Ekor, Pemdes Terapkan Sterilisasi
Ilustrasi(ANTARA/MAKNA ZAEZAR)

Populasi anjing di Desa Gobleg, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, diperkirakan telah menembus angka 1.000 ekor. Berdasarkan pendataan terbaru dari pemerintah desa, tercatat sebanyak 911 ekor anjing peliharaan, namun jumlah tersebut belum mencakup anjing liar yang berkeliaran di area permukiman warga.

Lonjakan populasi ini mendorong Pemerintah Desa (Pemdes) Gobleg untuk mengambil langkah proaktif melalui program sterilisasi atau yang dikenal dengan istilah ‘KB anjing’. Program ini dilaksanakan secara terintegrasi dengan vaksinasi rabies guna menekan laju pertumbuhan populasi sekaligus memperkuat pengawasan kesehatan hewan di wilayah tersebut.

Langkah Antisipasi Pertumbuhan Populasi

Perbekel Gobleg, Made Separsa, mengungkapkan bahwa tingginya populasi anjing menjadi perhatian serius pemerintah desa. Keberadaan anjing liar yang belum terdata menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga ketertiban dan kesehatan lingkungan.

“Yang terdata sekitar 911 ekor. Tetapi di lapangan masih ada yang belum terdata, termasuk anjing-anjing liar yang berkeliaran. Kalau digabungkan, jumlahnya bisa lebih dari 1.000 ekor,” ujar Separsa pada Minggu (20/9/2026).

Menurut Separsa, pemberian vaksinasi rabies saja tidak cukup untuk menangani persoalan ini dalam jangka panjang. Sterilisasi dinilai sebagai solusi efektif untuk mengurangi angka kelahiran anjing secara bertahap.

“Populasi anjing di Gobleg sudah cukup banyak. Karena itu, kami perlu mengambil langkah antisipasi, bukan hanya dengan vaksinasi, tetapi juga melalui sterilisasi. Dengan cara ini, pertumbuhan populasi bisa kita kendalikan secara bertahap,” tambahnya.

Kolaborasi dengan PDHI Buleleng

Pelaksanaan program ini dilakukan melalui kolaborasi antara Pemdes Gobleg dengan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Korwil Buleleng. Layanan vaksinasi rabies dan sterilisasi gratis ini dipusatkan di Banjar Dinas Asah pada Minggu (20/9/2026), dengan melibatkan sekitar 30 dokter hewan.

Layanan sterilisasi diberikan kepada anjing milik warga, baik jantan maupun betina. Melalui program ini, diharapkan pendataan dan pemantauan status kesehatan anjing di desa menjadi lebih akurat dan terorganisir.

Separsa menegaskan bahwa meskipun sterilisasi kini diperkuat, vaksinasi rabies tetap menjadi prioritas utama. “Vaksinasi rabies tetap kita lakukan. Tetapi sekarang kita mulai memperkuat langkah lain, yaitu sterilisasi atau KB anjing. Harapannya, populasi anjing bisa ditekan sehingga lebih mudah didata, dipantau, dan ditangani,” jelasnya.

Selain menekan angka kelahiran, sterilisasi juga dipandang sebagai bagian dari penataan populasi agar pengawasan terhadap anjing peliharaan maupun anjing liar dapat berjalan lebih efektif. Hingga Minggu sore, dilaporkan ratusan anjing telah menerima vaksinasi dan puluhan ekor lainnya telah menjalani prosedur sterilisasi. (H-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *