Trader Premium Menguat, Akses Aset Tokenisasi Kian Diperluas
Kontribusi pengguna VIP pada lini Pintu Futures juga meningkat naik dari lebih dari 20% pada Februari 2026 menjadi lebih dari 35% pada Mei 2026.(Dok. PT Pintu Kemana Saja (Pintu))

SEGMEN trader premium menjadi salah satu bagian penting dalam perkembangan perdagangan aset kripto di Indonesia. Sejalan dengan itu, akses terhadap instrumen investasi digital juga terus diperluas, termasuk melalui aset dunia nyata yang ditokenisasi atau tokenized real-world assets (RWA).

PT Pintu Kemana Saja (PINTU), platform investasi aset kripto yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), memaparkan perkembangan segmen tersebut melalui layanan Pintu VIP Private di Jakarta, Jumat (18/9).

Dalam kesempatan yang sama, PINTU mengumumkan penguatan kolaborasi dengan Ondo Finance untuk memperluas akses investor Indonesia terhadap aset tertokenisasi dan RWA.

Presiden Direktur PINTU Andy Putra mengatakan kebutuhan trader premium di Indonesia terus berkembang seiring semakin matangnya ekosistem aset kripto. Menurut dia, segmen tersebut tidak hanya mempertimbangkan potensi imbal hasil, tetapi juga membutuhkan layanan yang personal, respons cepat, serta ekosistem yang aman, patuh, dan memberikan perlindungan kepada nasabah.

“Kebutuhan trader premium di Indonesia terus berkembang seiring makin matangnya ekosistem aset kripto di Indonesia. Mereka tidak hanya mencari return, tetapi juga membutuhkan layanan yang personal, respons cepat, serta kepastian bahwa aset yang mereka kelola berada dalam ekosistem yang aman, patuh, dan terlindungi. Pintu VIP Private hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut dengan mengedepankan prinsip keamanan, kepatuhan, dan perlindungan nasabah yang menjadi fondasi utama PINTU sejak awal berdiri,” ujar Andy.

Berdasarkan data internal PINTU sepanjang paruh pertama 2026, pengguna VIP menyumbang lebih dari 40% volume trading di platform. Kontribusinya mencapai lebih dari 40% dari total volume trading spot dan lebih dari 30% dari volume trading futures.

Kontribusi pengguna VIP pada lini Pintu Futures juga meningkat naik dari lebih dari 20% pada Februari 2026 menjadi lebih dari 35% pada Mei 2026.

PINTU menyebut perkembangan tersebut menunjukkan meningkatnya kontribusi trader berpengalaman pada perdagangan futures. Instrumen derivatif kripto tersebut juga digunakan sebagai bagian dari strategi trading jangka pendek dan manajemen risiko di tengah volatilitas pasar.

Di sisi layanan, Pintu VIP Private memiliki kriteria berbeda dibandingkan status VIP reguler. Program ini ditujukan bagi nasabah dengan volume trading dan aset kelolaan dalam jumlah tertentu sesuai kualifikasi internal PINTU.

Nasabah dengan status setara atau status match dari platform aset kripto lain juga dapat dipertimbangkan untuk masuk ke program tersebut. Skema ini memungkinkan trader premium yang ingin memindahkan aktivitas trading-nya ke PINTU untuk menjalani proses transisi.

Selain mengembangkan layanan bagi trader premium, PINTU memperkuat kolaborasi dengan Ondo Finance untuk memperluas pilihan aset tertokenisasi dan RWA bagi investor Indonesia.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya PINTU memperluas pilihan aset investasi digital yang dapat diakses masyarakat dengan tetap mengacu pada koridor regulasi yang berlaku di Indonesia.

“Kami sangat mengapresiasi kolaborasi yang terjalin baik dengan Ondo Finance dalam menghadirkan lebih banyak pilihan aset tertokenisasi bagi pengguna PINTU. RWA membuka jalan bagi investor Indonesia untuk memiliki eksposur terhadap aset-aset kelas dunia, mulai dari saham global, indeks, hingga komoditas yang bisa didapat secara fractional dan terjangkau, tanpa harus keluar dari ekosistem yang teregulasi. Ini sejalan dengan komitmen kami untuk terus memperluas pilihan investasi digital yang relevan dengan kebutuhan investor modern di Indonesia,” kata Andy.

Senior Director Asia Pacific Ondo Finance Rania Rahardja mengatakan Indonesia memiliki potensi sebagai salah satu pasar yang menarik di kawasan Asia Pasifik untuk pengembangan tokenized real-world assets.

“Potensi tokenized real-world assets secara global sangat besar, dan Indonesia semakin menunjukkan potensinya sebagai salah satu pasar yang paling menarik di kawasan Asia Pasifik. Melalui kolaborasi dengan PINTU, kami menghadirkan saham dan ETF global secara onchain dengan aksesibilitas, likuiditas, dan transparansi yang lebih baik, sehingga memberikan investor Indonesia cara yang lebih sederhana untuk mengakses pasar global melalui platform yang tepercaya dan teregulasi. Kolaborasi ini menjadi langkah awal untuk bersama-sama membangun peluang yang lebih besar di Indonesia,” tutur Rania.

Andy mengatakan PINTU menargetkan daftar aset tertokenisasi Ondo dapat berkembang hingga ratusan aset sepanjang 2026. Langkah tersebut menjadi bagian dari visi jangka panjang perusahaan untuk membangun marketplace saham tertokenisasi dan RWA yang lebih komprehensif bagi investor Indonesia.

Aset tertokenisasi yang tersedia di PINTU mencakup saham global seperti Apple dan NVIDIA, exchange-traded fund (ETF) dan indeks seperti S&P 500 dan NASDAQ, hingga komoditas seperti emas dan perak serta stablecoin.

Aset tersebut dapat diakses dalam satu aplikasi dan didenominasi dalam rupiah. Investor dapat memiliki aset secara fractional mulai dari Rp11.000. Perdagangan juga tersedia selama 24 jam tanpa terikat jam bursa konvensional.

Atas penjualan aset, investor dikenakan pajak final sebesar 0,21% dan PINTU menyebut tidak terdapat biaya transaksi tersembunyi. Seluruh aset tertokenisasi tersebut berada di bawah pengawasan OJK.

“Kami akan terus memperluas kolaborasi seperti ini demi menghadirkan lebih banyak pilihan investasi yang relevan, aman, dan sesuai koridor regulasi bagi masyarakat Indonesia, baik dari sisi layanan premium seperti VIP Private maupun inovasi produk seperti aset tertokenisasi,” pungkas Andy. (E-1)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *