Menko Polkam dan Menhut Rakor dan Cek Karhutla di Sumsel
Menko Polkam Djamari Chaniago mengecek karhutla di Sumsel.(dok.istimewa)

MENTERI Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mendampingi Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago meninjau lokasi karhutla di Sumatera Selatan. Menhut Raja Antoni juga melaporkan perkembangan tren hotspot Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) nasional.

Selain peninjauan Menko Polkam dan Menhut Raja Antoni juga melakukkan Rakor Penanganan Karhutla, di Palembang, Jumat (18/9). Rakor yang dipimpin Menko Polkam ini turut dihadiri Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, serja jajaran TNI Polri, BNPB hingga Manggala Agni Kehutanan.

“Saya laporkan ke pak presiden bawah saya ke Sulawesi Selatan, saya bersama-sama dengan Menteri Kehutanan dan Kepala BNPB ada di sana,” ujar Djamari Chaniago dalam rapat.

Djamari mengatakan Presiden Prabowo Subianto menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berjuang memadamkan Karhutla. Djamari menyebut pemadaman sebagai perang dimana api menjadi lawannya.

“Beliau mengucapkan terimakasih atas perjuangan kita melawan pertempuran tapi kita sebagai komandan sebagai para pimpinannya berfikirlah untuk memenangkan pertempuran ini dalam waktu yang singkat,” tuturnya.

Sementara itu, dalam rapat Menhut Raja Antoni memaparkan data hotspot yang tercatat pada 14 September sebanyak 1.308 titik. Jumlah tersebut kemudian turun menjadi sekitar 1.042 pada 15 September, dan kembali menurun hingga sekitar 340 pada 17 September. “Jadi, ada progres baik kerja kolektif kita,” ujar Menhut Raja Antoni dalam laporannya.

Meski secara nasional menunjukkan tren menurun, Menhut Raja Antoni menyebut Sumatera Selatan masih menjadi wilayah dengan hotspot yang tinggi. Untuk data high confident, dia memaparkan angka 239 pada 14 September, 245 pada 15 September, 249 pada 16 September, dan 216 pada 17 September.

“Hotspot tidak selalu menjadi fire spot, Pak. Tapi ini high confident, kira-kira 80% kebenarannya nanti BPBD-nya turun memakai pesawat patroli. Cek yang angka-angka tadi dan kemudian kita terjemahkan menjadi peta perjuangan kita pada hari ini dan pada besok,” katanya.

Menhut Raja Antoni juga turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan Karhutla, mulai dari TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD hingga masyarakat. Menurutnya, kerja kolektif tersebut perlu terus dilakukan dengan menggerakkan personel dan kekuatan secara tepat untuk memadamkan kebakaran sekaligus mengantisipasi agar tidak terjadi kebakaran ulang. (Ant/P-3)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *