
PARA calon kepala desa yang akan berkompetisi dalam pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak 2026 di 154 desa Kabupaten Bekasi pada 20 September diminta untuk dapat menjaga kondusivitas wilayah.
Hal itu disampaikan Kapolres Metro Bekasi Kombes Andi Oddang Riuh Hutomo di depan ratusan calon kepala desa saat menghadiri deklarasi damai di Kompleks Pemerintah Kabupaten Bekasi, Cikarang Pusat, Kamis (17/9).
Kapolres mengajak seluruh calon kepala desa untuk menjunjung tinggi prosedur pemilihan serta berkompetisi secara sehat, mengedepankan program, gagasan maupun visi misi pembangunan wilayah masing-masing tanpa membawa isu yang dapat menimbulkan gesekan di tengah masyarakat.
“Para calon harus memiliki mental siap menang dan siap kalah. Jangan sampai ada pihak yang terprovokasi. Mari bersama-sama menjaga kedamaian di tengah masyarakat, termasuk saat pemungutan suara 20 September besok,” ujarnya.
Menurut dia, pesta demokrasi rakyat di tingkat desa itu sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga seluruh tahapan pemilihan agar terus berjalan aman, tertib, damai, jujur, dan adil.
Ia mengaku pelaksanaan pemilihan secara serentak di 154 desa tentu memiliki dinamika yang harus dikelola dengan baik agar perbedaan pilihan tidak berkembang menjadi perpecahan maupun gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Andi Oddang turut menekankan pentingnya netralitas, transparansi, kejujuran, keadilan dan profesionalitas panitia dalam menjalankan setiap tahapan pemilihan sehingga masyarakat merasa aman serta memiliki kepercayaan terhadap proses pemilihan.
SIMULASI PENGAMANAN TPS
Di sisi lain, Polres Metro Bekasi telah menggelar simulasi pengamanan tempat pemungutan suara (TPS) sebagai bagian dari kesiapan menghadapi pelaksanaan Pilkades serentak di 154 desa.
“Kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan personel menghadapi berbagai situasi yang berpotensi terjadi pada hari pemungutan suara,” ungkap Kapolres.
Rangkaian simulasi diawali dengan ‘Tactical Floor Game’ (TFG) guna mematangkan pola pengamanan, penempatan personel, pembagian sektor, koordinasi antar unsur serta langkah penanganan apabila terjadi peningkatan situasi selama tahapan pemungutan suara.
Setelah TFG, personel mempraktikkan berbagai skenario pengamanan guna memastikan setiap anggota memahami tugas, tanggung jawab serta prosedur yang harus dilakukan di lapangan.
Kegiatan simulasi ini, lanjut Kapolres, sekaligus bertujuan untuk menyamakan pola tindakan agar pengamanan di seluruh TPS dapat berjalan secara terkoordinasi.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja menyatakan pilkades merupakan proses demokrasi masyarakat dalam menentukan pemimpin di tingkat desa melalui sebuah kompetisi sehat dengan tetap menjaga tali persaudaraan meskipun memiliki perbedaan pilihan.
Dia mengingatkan seluruh pihak agar tidak melakukan provokasi yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Pihaknya mengapresiasi sinergi Kepolisian, TNI dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga tahapan agar berjalan aman dan lancar.
