Investasi Jakarta Tembus Rp173,6 Triliun, Sinyal Kepercayaan Investor
Ilustrasi(Magnific)

REALISASI investasi di Jakarta mencapai Rp173,6 triliun hingga triwulan II 2026. Angka tersebut menyumbang 17,2% dari total investasi nasional dan menempatkan Jakarta sebagai salah satu daerah dengan realisasi investasi terbesar di Indonesia.

Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Chico Hakim mengatakan capaian investasi tersebut menunjukkan adanya kepercayaan terhadap iklim usaha di Jakarta. Menurut dia, kepastian berusaha dan rasa aman menjadi faktor penting untuk menjaga arus investasi.

“Investasi yang masuk ke Jakarta bukan sekadar modal. Ini cerminan kepercayaan. Dan kepercayaan itu tumbuh karena kepemimpinan yang memberi kepastian, merawat rasa aman, dan memastikan pertumbuhan kota ikut membuka peluang bagi warganya,” ujar Chico melalui keterangannya, Sabtu (19/9).

Ia mengatakan Pemprov DKI terus membenahi iklim usaha melalui percepatan berbagai layanan perizinan. Salah satunya Koefisien Lantai Bangunan (KLB) dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) yang ditargetkan dapat diselesaikan paling lama 15 hari kerja.

Percepatan tersebut juga didukung digitalisasi layanan, kemitraan strategis, serta pembangunan infrastruktur dengan skema pembiayaan yang tidak semata mengandalkan APBD.

“Jakarta sedang dibangun bukan hanya agar menarik bagi investor, tetapi agar pertumbuhan itu merata manfaatnya. Lapangan kerja, inovasi, dan ruang hidup yang lebih baik harus menjadi bagian dari cerita yang sama,” kata Chico.

Berdasarkan data Pemprov DKI, realisasi investasi Jakarta terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2021, investasi tercatat sekitar Rp103 triliun. Nilainya kemudian meningkat hingga Rp270 triliun pada 2025.

Pada triwulan II 2026, ekonomi Jakarta tumbuh 5,52%, sementara inflasi berada di level 2,5%. Kontribusi Jakarta terhadap perekonomian nasional juga mencapai 16,32%.

Menjelang lima abad Jakarta, Pemprov DKI menargetkan ibu kota masuk dalam 50 besar kota global pada 2030. Capaian investasi menjadi salah satu indikator yang digunakan pemerintah daerah dalam mengukur daya saing dan perkembangan ekonomi Jakarta. (Z-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *