
SERUAN boikot lagu-lagu milik Ed Sheeran sebagai bentuk protes dari netizen kini diikuti oleh aksi dari stasiun radio asal Irlandia, Classic Hits Radio. Mereka menolak memainkan satupun lagu milik Ed Sheeran hingga batas waktu yang belum diketahui.
Dilansir dari nine.com.au, Dave Kelly selaku direktur program grup di Bay Broadcasting memberikan klarifikasi bahwa keputusan tersebut tidak bersifat personal. “Keputusan kami untuk menghapus musik Ed Sheeran dari daftar putar Classic Hits Radio telah dipertimbangkan dengan matang,” ujarnya.
Mengikuti gelombang protes dan reaksi yang tengah terjadi antara pendengar Classic Hits Radio dan artis Irlandia terhadap situasi Ed Sheeran, penolakan ini berupa wujud solidaritas Classic Hits Radio kepada fans dan artis Irlandia lainnya yang melangkah mundur dari pertunjukkan Ed Sheeran.
“Sebagai stasiun radio independen milik Irlandia, kami tahu pentingnya mendengarkan pendengar kami serta mendukung para seniman Irlandia yang telah mengambil keputusan profesional signifikan berdasarkan keyakinan mereka sendiri,” tambah Dave Kelly.
Kontroversi yang Melahirkan Aksi Boikot
Tur konser Ed Sheeran yang mula-mula berjalan mulus, tiba-tiba beralih menjadi kacau ketika sang rapper Macklemore mengakui di Instagram pribadinya bahwa ia didepak dari tur konser Ed Sheeran.
Berawal ketika Macklemore menyerukan “Free Palestine” saat membawa opening act untuk tur Ed Sheeran di New Jersey pada tanggal 4 dan 5 September 2026. Aksi ini tak asing bagi sosok Macklemore, salah satu rapper yang secara aktif mendukung hak rakyat Palestina dan mengadvokasi kebebasan rakyat Palestina dari serangan teror Israel.
Seruan ini alih-alih memicu reaksi dari Robert Kraft, pemilik Kraft Group sekaligus Gillette Stadium yang menaungi pertunjukkan LOOP Tour Ed Sheeran. Robert Kraft tidak mengizinkan Macklemore untuk melanjutkan penampilannya di tur konser Ed Sheeran, bahkan mengancam pembatalan tur konser Ed Sheeran apabila penampilan Macklemore tidak ditarik
“Saya juga terlibat dalam pembicaraan langsung dengan promotor dan aktivis, bersama kedua pihak untuk mencoba menemukan solusi yang saling menguntungkan, tapi keputusan akhir tetap di tangan venue dan promotor,” klaim Ed Sheeran. “Macklemore turun dari tur adalah keputusan promotor, bukan keputusan saya. Kontrak Macklemore untuk tur itu dengan promotor, bukan dengan saya,” ujarnya.
Ed Sheeran lanjut menjelaskan bahwa ia memiliki pandangan pribadi dalam konflik Gaza dan Israel, namun tidak mendiskusikan pandangan tersebut di depan publik lebih lanjut.
Walau begitu, pilihan akhir Ed Sheeran dan sisi pandang milik musisi asal Inggris tersebut yang terlihat netral bagi banyak fans memicu kemarahan dan kekecewaan dari berbagai pihak. konsekuen atas situasi tersebut hingga kini masih mengikuti Ed Sheeran kemanapun ia pergi. (metro.co.uk/nine.com.au/Z-2)
