Houthi Sebut Arab Saudi Lancarkan 26 Serangan Udara dalam 24 Jam
Ilustrasi(AFP)

KELOMPOK Houthi menyebut Arab Saudi melancarkan 26 serangan udara ke wilayah yang berada di bawah kendali mereka di Yaman dalam 24 jam terakhir. Serangan itu terjadi ketika pertempuran antara Houthi dan pemerintah Yaman yang didukung Riyadh kembali meningkat.

Dalam pernyataannya pada Jumat (18/9) waktu setempat, Houthi menyebut jumlah serangan Arab Saudi terhadap posisi mereka telah mencapai sekitar 300 kali dalam sepekan terakhir. Serangan dilaporkan menyasar sejumlah wilayah yang dikuasai kelompok tersebut.

Konflik Yaman bermula pada 2014 setelah Houthi merebut Sanaa, ibu kota negara itu. Pertempuran kemudian melibatkan koalisi yang dipimpin Arab Saudi dan mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.

Arab Saudi mulai melakukan intervensi militer pada 2015. Keterlibatan koalisi tersebut memperluas konflik dan memperburuk krisis kemanusiaan di Yaman, yang selama bertahun-tahun menjadi salah satu negara dengan kondisi kemanusiaan paling parah di dunia.

Pertempuran relatif mereda sejak 2022. Namun, konflik kembali meningkat pada Juli tahun ini setelah Houthi melancarkan operasi militer baru.

Kelompok yang didukung Iran tersebut sebelumnya menguasai sebagian besar wilayah berpenduduk di Yaman.

Pada bulan ini, Houthi memperluas serangan dan mengambil alih sejumlah wilayah di sepanjang pesisir Laut Merah. Pergerakan itu memberi mereka kendali atas akses menuju Selat Bab al-Mandab, salah satu jalur pelayaran penting dunia.

Houthi kemudian menyatakan pemberlakuan blokade maritim terhadap Arab Saudi. Selat Bab al-Mandab selama ini menjadi salah satu jalur alternatif bagi pengiriman minyak Saudi ketika akses melalui Selat Hormuz terganggu akibat konflik di Timur Tengah.

Data perusahaan pelacakan pelayaran Kpler menunjukkan ekspor Arab Saudi melalui Bab al-Mandab menurun sejak Juli. Namun, lima kapal yang telah memuat muatan dilaporkan masih melintasi selat tersebut dalam sepekan terakhir.

Houthi membantah memberlakukan penutupan total terhadap jalur pelayaran. Mereka menyatakan navigasi di Bab al-Mandab tetap terbuka dan bebas, kecuali bagi kapal-kapal milik Arab Saudi.

Kembalinya pertempuran turut memperburuk kondisi warga sipil. PBB menyebut lebih dari 112 ribu orang telah mengungsi akibat konflik terbaru. Hampir 3.000 orang lainnya melarikan diri melalui jalur laut menuju Djibouti.

Situasi tersebut menambah beban penduduk Yaman yang sebelumnya telah menghadapi krisis pangan berkepanjangan. PBB memperkirakan sekitar 17 juta warga Yaman mengalami kesulitan mendapatkan makanan pada 2025, sementara sekitar satu juta orang lainnya menghadapi kondisi kelaparan ekstrem. (AFP/Z-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *