Asian Games 2026 Diwarnai Keluhan Atlet dari Akomodasi hingga Transportasi
Grafis Asian Games 2026.(Antara)

PELAKSANA Asian Games Aichi-Nagoya 2026 diwarnai sejumlah persoalan menjelang upacara pembukaan pada Sabtu (19/9). Berbagai keluhan muncul dari para atlet yang menyoroti masalah akomodasi, transportasi, hingga proses registrasi yang panjang saat kedatangan di Jepang.

Pesenam asal Tiongkok, Zhang Boheng, menjadi salah satu atlet yang menyuarakan keluhan tersebut. Juara dunia itu mengaku kelelahan setelah harus menunggu sekitar enam jam pascatiba di Jepang pada Rabu (16/9).

“Saya benar-benar kelelahan,” ujar Zhang dikutip dari AFP.

Zhang menuturkan proses registrasi dan administrasi yang memakan waktu lama membuat dirinya dan rekan setimnya terhambat. Bahkan, ia baru bisa makan malam menjelang pukul 19.00 setelah terakhir kali sarapan sekitar pukul 07.00. Situasi kian sulit saat hujan deras menghadang mereka yang hendak naik ke kapal pesiar di kawasan pelabuhan Nagoya, salah satu fasilitas penampungan sekitar 4.000 peserta.

“Pada akhirnya kami benar-benar tidak tahan lagi sehingga memutuskan memesan kamar di hotel untuk beristirahat,” tuturnya.

Media pemerintah Tiongkok melaporkan keterlambatan perjalanan dialami pula oleh atlet lain. Konsulat Tiongkok di Nagoya bahkan harus turun tangan memberikan tumpangan bagi tim bulu tangkis akibat kendala bus antar-jemput dan keterbatasan tiket transportasi umum.

Masalah antrean panjang saat pengurusan akreditasi di bandara turut dirasakan kontingen India. Chef de Mission India sekaligus Bendahara Indian Olympic Association (IOA), Sahdev Yadav, mengonfirmasi kendala imigrasi tersebut.

“Ada masalah dalam mendapatkan akreditasi atlet di bandara saat imigrasi. Ada antrean panjang dengan banyak negara lain di sana,” kata Yadav sembari menambahkan bahwa persoalan tersebut kini telah terselesaikan.

Kontingen Korea Selatan juga mencatat kendala serupa, di mana sejumlah atlet mereka tertahan lebih dari lima jam di bandara pada Kamis (17/9). Tak hanya soal kedatangan, Korea Selatan pada Jumat (18/9) melayangkan keberatan resmi kepada panitia terkait penggunaan sosok Toyotomi Hideyoshi, pemimpin Jepang yang memimpin invasi ke Korea pada 1592-1598, dalam sebuah acara penyambutan.

Isu akomodasi menjadi perhatian utama mengingat Asian Games 2026 tidak menyediakan kampung atlet demi menekan anggaran. Pihak penyelenggara menempatkan peserta di hotel, kabin sementara, hingga kapal pesiar, serta mengklaim fasilitas tersebut aman, efisien, dan nyaman. Meski demikian, sejumlah kontingen tetap mengeluhkan kondisi tempat tinggal, termasuk ukuran tempat tidur yang dinilai terlalu pendek.

Di tengah gelombang keluhan ini, Direktur Jenderal Olympic Council of Asia (OCA) Husain Al-Musallam menegaskan komitmennya untuk tidak membatasi kepesertaan pada ajang mendatang. Walau mengakui idealnya ada kampung atlet, ia menilai penyelenggaraan harus realistis melihat kondisi tuan rumah dan pemanfaatan fasilitas pascalomba.

“Saya mendukung peningkatan jumlah atlet, bukan mengurangi atlet,” pungkas Al-Musallam. (AFP/Ndf/P-3)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *