KAI dan INKA Pastikan Perawatan 7 Trainset KRL iE305 Sesuai Target
Ilustrasi(Dok INKA)

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI bersama PT Industri Kereta Api (Persero) (INKA) terus mengebut proses perawatan tujuh trainset KRL iE305/CLI 225. Perawatan dilakukan untuk memastikan kesiapan sarana pendukung operasional Commuter Line Jabodetabek, dengan aspek keselamatan dan keandalan tetap menjadi prioritas.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin meninjau langsung fasilitas INKA di Madiun pada Jumat, 11 September 2026. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memantau perkembangan pekerjaan perawatan sekaligus berkoordinasi dengan pihak terkait guna mempercepat penyelesaian tujuh trainset tersebut.

Dalam peninjauan itu, Bobby memastikan pengerjaan tujuh trainset KRL iE305/CLI 225 berjalan berdasarkan target yang telah ditentukan. Meski dilakukan percepatan, KAI tetap menempatkan faktor keselamatan dan keandalan sarana sebagai perhatian utama.

“KAI memastikan setiap proses perawatan sarana dilakukan sesuai standar keselamatan dan keandalan yang berlaku. Kesiapan layanan Commuter Line Jabodetabek menjadi perhatian utama seiring tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat,” ujar Bobby.

Satu Trainset KRL iE305 Ditargetkan Siap Minggu Ini

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan perawatan tujuh trainset KRL iE305/CLI 225 dikerjakan secara bertahap melalui kolaborasi antara KAI, INKA, KAI Commuter, dan pihak-pihak terkait.

Tahapan perawatan meliputi pemeriksaan berbagai sistem, komponen teknis, hingga aspek keselamatan. Seluruh rangkaian pemeriksaan harus diselesaikan sebelum trainset dinyatakan siap untuk kembali digunakan dalam operasional.

Menurut Anne, satu trainset saat ini telah memasuki tahap akhir pemeriksaan dan ditargetkan dapat dinyatakan siap pada pekan ini.

Sementara itu, enam trainset lainnya akan diselesaikan secara bertahap. Tiga trainset ditargetkan rampung pada 25 September 2026, sedangkan tiga trainset terakhir ditargetkan selesai pada 9 Oktober 2026.

“Setiap trainset yang telah menyelesaikan seluruh rangkaian pemeriksaan dan dinyatakan siap akan diserahkan kepada KAI Commuter untuk mendukung pelayanan Commuter Line Jabodetabek sesuai kebutuhan operasional,” ujar Anne.

Perawatan KRL Dilakukan dengan Pemeriksaan Menyeluruh

Anne menegaskan, koordinasi antara KAI, KAI Commuter sebagai anak usaha KAI, serta INKA terus dilakukan untuk memastikan proses perawatan tujuh trainset KRL iE305/CLI 225 berjalan sesuai jadwal.

Kolaborasi tersebut diperlukan untuk menjaga ketersediaan sarana sekaligus mendukung kelancaran operasional Commuter Line Jabodetabek, yang menjadi salah satu moda transportasi penting bagi mobilitas masyarakat di kawasan Jabodetabek.

“Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan setiap trainset yang kembali beroperasi memenuhi standar keselamatan, keandalan sarana, serta kebutuhan operasional Commuter Line Jabodetabek,” kata Anne.

Jumlah Pengguna KRL Jabodetabek Terus Bertambah

Kebutuhan terhadap layanan Commuter Line Jabodetabek terus meningkat seiring pertumbuhan mobilitas masyarakat. Data KAI menunjukkan jumlah pelanggan KRL Jabodetabek naik dari 257 juta pelanggan pada 2015 menjadi 401 juta pelanggan pada 2025.

Sementara itu, sepanjang Januari hingga Agustus 2026, jumlah pelanggan telah mencapai 277,2 juta.

Pertumbuhan jumlah pengguna tersebut juga diikuti dengan pengembangan jaringan layanan. Jumlah stasiun KRL Jabodetabek bertambah dari 71 stasiun pada 2015 menjadi 85 stasiun pada 2026.

Dengan peningkatan jumlah pelanggan dan perluasan jaringan tersebut, kesiapan sarana menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kebutuhan perjalanan masyarakat.

KAI menyatakan proses perawatan tujuh trainset KRL iE305/CLI 225 akan terus dikawal melalui koordinasi bersama INKA, KAI Commuter, dan pihak terkait lainnya. Setiap pekerjaan diarahkan untuk menjaga kesiapan operasional sekaligus memastikan aspek keselamatan pelanggan tetap terpenuhi.

“KAI bersama seluruh pihak terkait akan terus menjaga kualitas layanan Commuter Line Jabodetabek melalui kesiapan sarana dan evaluasi berkelanjutan sesuai standar keselamatan yang berlaku,” tutup Anne. (E-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *