
UNGGAHAN media sosial Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda mendadak menjadi sorotan publik. Keduanya tampak kompak membagikan momen saat duduk berdampingan dalam sebuah acara resmi, yang memicu beragam reaksi dari warganet, mulai dari isu kedekatan personal hingga doa agar keduanya berjodoh.
Berdasarkan pantauan di akun Instagram resmi @ahmadluthfi_official dan @s_tjo pada Senin, 15 September 2026, Sherly Tjoanda lebih dulu mengunggah 11 foto kegiatannya. Dari deretan foto tersebut, terdapat tiga frame yang memperlihatkan dirinya duduk berdampingan dengan Ahmad Luthfi. Tak berselang lama, akun Ahmad Luthfi juga mengunggah foto serupa, bahkan menempatkan momen kebersamaan tersebut sebagai foto utama (slide pertama).
Dalam momen tersebut, tampak pula sejumlah kepala daerah lain seperti Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud. Namun, status keduanya yang saat ini sama-sama single—Ahmad Luthfi berstatus duda dan Sherly janda—membuat netizen membanjiri kolom komentar dengan nada menjodohkan.
“Duda dan janda premium limited edition. Cocok…,” tulis akun @pakdejateng. Komentar senada juga datang dari akun @kanarajanitra yang menyebut keduanya tampak serasi. Hingga saat ini, unggahan tersebut telah disukai ratusan ribu kali dan mendapatkan ribuan komentar.
Agenda RDP dan Isu Agraria
Di balik keriuhan netizen, kehadiran kedua gubernur tersebut di Jakarta adalah untuk mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama pimpinan DPR RI dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Agenda utama pertemuan tersebut membahas kondisi serta isu strategis agraria di wilayah masing-masing.
Dalam pemaparannya, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menekankan pentingnya proteksi Lahan Sawah Dilindungi (LSD) untuk menjaga produktivitas pangan nasional. Luthfi menegaskan bahwa alih fungsi lahan harus ditekan seminimal mungkin.
“Sawah hilang tidak mungkin akan kembali. Kita perlu mempertahankan luas lahan pertanian, agar jangan sampai beralih fungsi,” tegas Luthfi dalam rapat tersebut.
Data Ketahanan Pangan Jawa Tengah
Jawa Tengah tetap menjadi salah satu lumbung pangan utama nasional dengan kontribusi yang signifikan. Berikut adalah data produktivitas dan target lahan pertanian di Jawa Tengah:
| Indikator | Data / Capaian |
|---|---|
| Total Lahan Pertanian | ± 1,5 Juta Hektare |
| Produksi GKG (2025) | 11 Juta Ton |
| Kontribusi Gabah Nasional | 15,6% |
| Target Produksi Padi 2026 | 10,5 Juta Ton |
| Capaian LP2B | > 87% (Melebihi Target ATR/BPN) |
Meskipun capaian Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di Jawa Tengah telah melampaui target minimum 87% yang ditetapkan Kementerian ATR/BPN, Luthfi mengakui masih terdapat kendala di beberapa daerah perkotaan akibat keterbatasan lahan yang tersedia.
