Gelombang hingga 4 Meter Ancam Sejumlah Perairan Indonesia
Kapal penyeberangan berlayar di Selat Bali, terlihat dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (28/7/2026).(ANTARA FOTO/Budi Candra Setya.)

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi gelombang tinggi hingga 4 meter di sejumlah wilayah perairan Indonesia pada 29 Agustus hingga 1 September 2026. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu keselamatan pelayaran dan aktivitas masyarakat di wilayah pesisir.

Gelombang dengan ketinggian 2,5 hingga 4 meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia barat Bengkulu, Samudra Hindia barat Lampung, serta Samudra Hindia selatan Banten.

“Sementara itu, gelombang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia barat Aceh, Samudra Hindia barat Kepulauan Nias, dan Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai,” ungkap BMKG dalam keterangan resmi, Sabtu (29/8). 

Potensi gelombang dengan kategori sedang itu juga diperkirakan terjadi di Samudra Hindia selatan Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Wilayah lain yang perlu mewaspadai gelombang tersebut ialah Selat Karimata bagian utara dan selatan, Laut Jawa bagian barat, tengah, dan timur, Selat Makassar bagian selatan dan tengah, Laut Maluku, Laut Banda, serta Samudra Pasifik utara Maluku dan Papua Barat Daya.

BMKG juga memperingatkan potensi gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di Laut Arafuru bagian utara, barat, tengah, dan timur.

Peningkatan tinggi gelombang dipengaruhi pola angin di sejumlah wilayah Indonesia. Di utara ekuator, angin umumnya bertiup dari tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 6-25 knot. Adapun di selatan ekuator, angin bertiup dari timur hingga tenggara dengan kecepatan 8-25 knot.

Kecepatan angin tertinggi diperkirakan terjadi di Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia barat Lampung, Samudra Hindia selatan Banten, dan Laut Arafuru.

BMKG mengingatkan kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko keselamatan pelayaran. Perahu nelayan, misalnya, berisiko ketika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.

Risiko juga perlu diwaspadai kapal tongkang ketika kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang 1,5 meter. Sementara kapal feri diminta meningkatkan kewaspadaan apabila kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter.

BMKG mengimbau pengguna transportasi laut serta masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di kawasan pesisir untuk memantau perkembangan kondisi cuaca dan tetap meningkatkan kewaspadaan selama periode peringatan dini tersebut. (P-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *