
BADAN Musyawarah Islam Wanita Indonesia (BMIWI) mendorong agar semangat kemerdekaan tidak berhenti pada sekadar peringatan sejarah tahunan. Organisasi menekankan pentingnya mewujudkan kemerdekaan melalui penguatan persatuan, kepedulian sosial, serta penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan universal.
Salah satu poin utama yang ditekankan adalah kontribusi nyata perempuan dalam membangun bangsa. Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus dialog kebangsaan bagi para peserta untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi utama kehidupan berbangsa.
Dengan semangat kemerdekaan, BMIWI menegaskan pentingnya menghadirkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam berbagai aspek kehidupan. Hal ini bertujuan agar kemerdekaan Indonesia dapat terus diisi dengan karya nyata, persatuan yang kokoh, keadilan sosial, serta kemaslahatan bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
Hal itu ditegaskan Seminar Kemerdekaan dengan mengangkat tema Pancasila & Kemerdekaan Nilai yang Luhur, Jakarta, Kamis (20/8). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat pemahaman tentang makna kemerdekaan serta mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber kompeten dari berbagai latar belakang untuk memberikan perspektif luas mengenai kebangsaan dan diplomasi internasional. Para pembicara tersebut di antaranya:
- Ir. H. Tifatul Sembiring, S.Kom. (Ketua FPKS MPR RI)
- Dr. H. Al Muzzammil Yusuf, M.Si. (Anggota Legislatif FPKS)
- H.E. Abdalfatah A.K. Alsattari (Duta Besar Palestina)
- H.E. Dr. Yassir Mohamed Ali Mohamed (Duta Besar Sudan)
Selain narasumber, seminar ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan BMIWI, termasuk Nurul Hidayati K (Ketua Presidium Periode 2023-2024) dan Oneng Nurul Bariyah (Ketua Presidium Periode 2026-2027). (RO/I-2)
