Rutin Olahraga Bisa Cegah Aritmia, Ini Fakta Penelitiannya
Seorang pria sedang berolahraga demi menjaga kesehatan jantung.(Dok. Magnific)

JANTUNG yang berdetak teratur menjadi salah satu tanda tubuh dalam kondisi baik. Namun, ketika iramanya terlalu cepat, lambat, atau tidak beraturan, kondisi tersebut bisa mengarah pada aritmia. Menariknya, olahraga yang dikenal baik untuk jantung ternyata memiliki hubungan cukup kompleks dengan gangguan irama ini. Lantas, benarkah rutin berolahraga dapat membantu mencegah aritmia?

Olahraga dan Aritmia, Apa Hubungannya?

Jawabannya adalah fakta. Aktivitas fisik secara rutin berkaitan dengan risiko aritmia yang lebih rendah, terutama pada jenis fibrilasi atrium (atrial fibrillation/AF). Berdasarkan data ilmiah yang dirangkum dalam National Library of Medicine (NLM), olahraga berperan penting dalam mengurangi berbagai faktor risiko penyakit kardiovaskular yang memicu gangguan irama jantung.

Salah satu penelitian menemukan bahwa individu dengan tingkat kebugaran yang lebih baik memiliki risiko AF yang jauh lebih rendah. Bahkan, setiap peningkatan kapasitas olahraga sebesar 1 MET (Metabolic Equivalent of Task) dikaitkan dengan penurunan risiko AF sekitar 21 persen dalam kelompok penelitian tersebut.

Bukti Penelitian UK Biobank

Penelitian skala besar terhadap lebih dari 400 ribu orang dalam UK Biobank memperkuat temuan ini. Data menunjukkan bahwa individu yang aktif secara fisik memiliki risiko lebih rendah mengalami fibrilasi atrium maupun aritmia ventrikel dibandingkan mereka yang kurang aktif atau sedenter.

Aktivitas fisik yang disarankan meliputi:

  • Berjalan kaki cepat
  • Bersepeda
  • Berenang
  • Olahraga aerobik dengan intensitas moderat

Kunci utama dari manfaat ini adalah konsistensi dalam melakukan aktivitas fisik secara rutin dan tidak dilakukan secara berlebihan.

Waspadai Fenomena Exercise Paradox

Meskipun bermanfaat, hubungan antara olahraga dan aritmia tidak sesederhana itu. Artikel ilmiah berjudul “Arrhythmogenesis of Sports: Myth or Reality?” menjelaskan adanya fenomena yang disebut exercise paradox.

Aktivitas fisik rutin memang menurunkan risiko AF secara umum. Namun, latihan ketahanan (endurance) dengan intensitas sangat tinggi yang dilakukan dalam jangka panjang justru dapat dikaitkan dengan peningkatan risiko fibrilasi atrium pada sebagian orang, khususnya atlet profesional atau pegiat olahraga ekstrem.

Olahraga bukan berarti semakin berat semakin baik. Jenis, intensitas, durasi, serta kondisi kesehatan tubuh masing-masing individu tetap perlu diperhatikan untuk menghindari beban berlebih pada jantung.

Kesimpulan: Olahraga Tetap Penting

Secara keseluruhan, anggapan bahwa rutin olahraga dapat membantu mencegah aritmia didukung oleh bukti penelitian yang kuat. Aktivitas fisik teratur tetap menjadi salah satu pilar utama dalam menjaga kesehatan jantung dan meminimalkan risiko gangguan irama.

Dengan memilih jenis olahraga yang sesuai kemampuan dan dilakukan secara konsisten, Anda dapat menjaga detak jantung tetap stabil sekaligus meningkatkan kualitas hidup secara menyeluruh. (National Library of Medicine (NLM)/H-3)

 



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *