
KEKHAWATIRAN mengenai risiko keguguran akibat memelihara kucing sering kali menghantui para ibu hamil. Namun, secara medis, kucing tidak secara langsung menyebabkan keguguran, melainkan adanya risiko infeksi parasit tertentu yang perlu diwaspadai.
Risiko utama yang dikaitkan dengan kucing adalah Toxoplasma, sebuah parasit yang ditemukan dalam kotoran kucing dan dapat menyebabkan infeksi toksoplasmosis. Berdasarkan data dari National Health Service (NHS), infeksi ini umumnya tidak menunjukkan gejala pada orang sehat, namun bisa berdampak serius jika terjadi selama masa kehamilan.
Bahaya Toksoplasmosis pada Kehamilan
Toksoplasmosis dapat menular melalui kontak dengan kotoran kucing yang terinfeksi, tanah yang terkontaminasi, atau konsumsi daging mentah. Jika seorang ibu hamil terinfeksi, parasit ini berisiko menyebabkan keguguran atau komplikasi serius pada bayi dalam kandungan.
Gejala infeksi ini sering kali menyerupai flu, seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, dan kelelahan. Pada kasus yang lebih berat, penderita dapat mengalami penglihatan kabur hingga gangguan berjalan. Bayi yang terinfeksi sejak dalam kandungan mungkin tidak menunjukkan gejala saat lahir, tetapi berisiko mengalami masalah kesehatan di kemudian hari.
Langkah Pencegahan bagi Ibu Hamil
NHS menegaskan bahwa toksoplasmosis tidak menular hanya dengan membelai kucing. Untuk tetap aman memelihara kucing saat hamil, berikut adalah langkah-langkah pencegahan yang disarankan:
- Hindari membersihkan kotak pasir kucing secara langsung. Jika terpaksa, gunakan sarung tangan sekali pakai dan bersihkan wadah setiap hari.
- Gunakan sarung tangan saat berkebun untuk menghindari kontak dengan tanah yang mungkin terkontaminasi kotoran kucing.
- Selalu cuci tangan dengan sabun setelah berkebun atau menyentuh area yang berisiko terkontaminasi.
- Pastikan buah dan sayuran dicuci hingga benar-benar bersih sebelum dikonsumsi.
- Masak daging hingga matang sempurna dan hindari konsumsi daging mentah.
- Jaga kebersihan peralatan dapur seperti pisau dan talenan setelah digunakan untuk mengolah daging mentah.
Kucing tidak secara langsung menyebabkan keguguran. Risiko yang perlu diperhatikan adalah infeksi toksoplasmosis, terutama jika terjadi selama kehamilan. NHS juga menegaskan bahwa toksoplasmosis tidak tertular hanya karena membelai kucing atau memiliki kucing sebagai hewan peliharaan
Dengan menjaga kebersihan dan mengikuti protokol kesehatan, ibu hamil tetap dapat memelihara kucing tanpa harus merasa cemas berlebihan terhadap risiko keguguran. (National Health Service/H-3)
