Gejala Awal Parkinson yang Sering Terabaikan selain Tremor
Ilustrasi.(Magnific)

KETIKA aktor Michael J. Fox pertama kali merasakan tremor di jari kelingkingnya pada usia 29 tahun, ia terkejut saat mengetahui bahwa dirinya didiagnosis menderita penyakit Parkinson onset dini. Sejak saat itu, ia berhasil menjalani karier yang memenangkan penghargaan, kehidupan keluarga, dan mendirikan yayasannya sendiri. Menurut Parkinson’s Foundation, penyakit neurologis ini memengaruhi lebih dari 11 juta orang di Amerika Serikat.

Namun, bagi sebagian orang, tremor yang menjadi ciri khas Parkinson bukanlah gejala pertama yang muncul. Beberapa tanda awal justru bisa berlangsung selama bertahun-tahun dan sering kali dianggap sebagai keluhan kesehatan biasa yang tidak saling terkait.

Disfungsi ereksi (DE) merupakan masalah seksual yang paling umum dialami oleh pria dengan penyakit Parkinson. Kondisi ini dapat diperburuk jika pasien juga mengalami depresi, karena beberapa jenis antidepresan dapat menurunkan gairah seksual.

Meskipun obat-obatan seperti Viagra dan Cialis tersedia secara luas, para ilmuwan saat ini sedang meneliti obat DE baru yang menargetkan sistem saraf, meski belum mendapatkan persetujuan FDA. Selain pengobatan medis, latihan tertentu dan penguatan dasar panggul juga diketahui dapat membantu mengatasi kondisi ini.

2. Gangguan Tidur dan Bertindak dalam Mimpi

Dalam kondisi tidur normal, kebanyakan orang mengalami kelumpuhan sementara selama fase Rapid Eye Movement (REM), yaitu saat mimpi paling jelas terjadi. Namun, menurut Journal of Clinical Sleep Medicine, salah satu gejala awal Parkinson adalah disfungsi tidur.

Alih-alih tidur dengan tenang, penderita mungkin mulai secara fisik memerankan mimpi mereka, seperti duduk tiba-tiba, berbicara sendiri, atau bahkan berinteraksi secara fisik dengan pasangan tidur mereka tanpa disadari.

3. Kehilangan Indra Penciuman

Hubungan antara indra penciuman dan Parkinson memang belum sepenuhnya jelas. Namun beberapa ilmuwan berteori bahwa penyakit ini berasal dari bagian otak yang mengontrol indra tersebut. Sekitar 75 hingga 90 persen orang dengan Parkinson melaporkan penurunan kemampuan mencium bau.

“Kami berupaya memahami sifat gejala yang terkait dengan penyakit Parkinson yang selama ini sebagian besar bersifat anekdot. Orang yang didiagnosis Parkinson melaporkan kehilangan penciuman hingga 10 tahun sebelum diagnosis mereka,” ujar Charles Greer, PhD, profesor neurosains di Yale School of Medicine.

Temuan ini diharapkan dapat membantu pengembangan alat diagnostik dini yang sangat krusial bagi penanganan penyakit ini di masa depan.

4. Pusing saat Berdiri

Tekanan darah rendah atau penurunan tekanan darah secara tiba-tiba saat berdiri dari posisi duduk dapat menyebabkan seseorang merasa pusing atau melayang. Meskipun pusing bisa disebabkan oleh faktor lain seperti dehidrasi atau efek samping obat-obatan tertentu, ini juga bisa menjadi indikasi awal gangguan sistem saraf otonom pada penderita Parkinson.

Para ahli menyarankan bagi mereka yang memiliki alat pengukur tekanan darah di rumah untuk membandingkan tekanan darah saat berbaring, duduk, dan berdiri guna mendeteksi adanya fluktuasi yang tidak normal. (Men’ Journal/I-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *