Selasa (13/10) menandai tepat satu bulan sejak peristiwa tenggelamnya KM Virgo Transport 8. Dari 243 penumpang yang tercatat dalam manifes kapal, sebanyak 108 orang berhasil diselamatkan, 82 orang meninggal dunia, dan 53 orang lainnya masih belum ditemukan.
“Untuk operasi SAR tetap kita lanjutkan, terutama operasi pencarian pada perairan permukaan di tiga provinsi, Kalsel, Kalteng, dan Kalbar. Sedangkan operasi SAR bawah laut masih menunggu perkembangan operasi salvage atau pengangkatan bangkai kapal,” kata Kepala Kantor SAR Banjarmasin, I Putu Sudayana, Selasa (13/10).
Sementara itu, hingga Senin (12/10), Tim DVI Polri telah mengidentifikasi 77 dari 82 jenazah korban KM Virgo yang ditemukan dan dievakuasi. Lima jenazah terakhir berhasil diidentifikasi dalam perkembangan terbaru, sedangkan lima jenazah lainnya masih menjalani proses identifikasi di RS Bhayangkara Banjarmasin.
Kabiddokkes Polda Kalsel sekaligus DVI Commander, dr. Muhammad Sofwan, menjelaskan identifikasi dilakukan melalui pencocokan data primer dan sekunder. Proses tersebut mencakup pemeriksaan DNA, ciri medis, serta barang-barang milik korban. Jenazah yang telah teridentifikasi kemudian dipulangkan secara bertahap ke daerah asal masing-masing untuk diserahkan kepada keluarga.
Di sisi lain, Kepala Kantor Wilayah PT Jasa Raharja Kalimantan Selatan, Ahmad Arkan Nugraha, mengatakan pihaknya telah menyalurkan santunan kepada ahli waris 77 korban meninggal dunia yang telah teridentifikasi. Total santunan yang disalurkan mencapai Rp5,134 miliar, terdiri atas Rp3,666 miliar dari PT Jasa Raharja dan Rp1,468 miliar dari PT Jasa Raharja Putera.
“Jasa Raharja berkomitmen untuk terus memberikan pendampingan kepada keluarga selama proses penanganan korban berlangsung,” tuturnya.
Penyaluran santunan tersebut merupakan bentuk dukungan kepada ahli waris yang memenuhi persyaratan, sementara upaya pencarian terhadap korban yang belum ditemukan terus dilanjutkan. (DY/P-3)
