
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah Sumatera Utara masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dalam sepekan ke depan. Kondisi ini dipicu oleh adanya belokan angin dan konvergensi di sekitar Pantai Timur Sumatera Utara.
Ketua Tim Meteorologi Early Warning System BMKG, Martha Reosefina, menjelaskan bahwa fenomena ini juga didukung oleh anomali suhu muka laut yang hangat di wilayah tersebut. Hal ini meningkatkan suplai uap air yang memicu pertumbuhan awan hujan secara signifikan.
“Kondisi tersebut didukung oleh pertumbuhan awan hujan akibat belokan angin di Samudera Hindia barat Sumatera, masih aktifnya gelombang atmosfer, serta suhu muka laut yang hangat,” ujar Martha dilansir dari Antara, Selasa (18/8).
BMKG memantau pola cuaca harian yang diawali dengan kondisi cerah berawan pada pagi hingga siang hari. Pemanasan permukaan yang optimal (solar heating) pada siang hari menciptakan instabilitas atmosfer yang mendukung pertumbuhan awan konvektif.
Akibatnya, hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat yang disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat berpotensi terjadi pada sore hingga malam hari. Martha menegaskan bahwa cuaca di Sumut sepekan ke depan akan didominasi oleh hujan intensitas tinggi.
Sejumlah wilayah yang dipetakan berpotensi terdampak antara lain Medan, Binjai, Deli Serdang, Langkat, Karo, Dairi, Pakpak Bharat, hingga wilayah Labuhanbatu Raya. Selain itu, wilayah Tapanuli, Padang Lawas, Mandailing Natal, serta seluruh kepulauan Nias juga masuk dalam zona waspada.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengambil langkah antisipatif guna memastikan aktivitas harian tetap aman. BMKG juga meminta para kepala daerah berkoordinasi dengan BPBD, TNI, dan Polri untuk memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi Balai Besar MKG Wilayah 1 Medan. (Ant/Z-10)
