KBIHU Daarul Istiqomah Bogor sudah Mulai Bimbingan Haji 2027
Bimbingan (manasik) haji 2027 yang diadakan KBIHU Daarul Istiqomah Bogor(MI/HO)

PROSES menuju musim haji 1449 H atau 2027 sudah dimulai. Beberapa kelompok bimbingan ibadah haji dan umrah (KBIHU) mulai membuka bimbingan (manasik) haji 2027. Seperti yang dilakukan KBIHU Daarul Istiqamah, Cileungsi, Kabupaten Bogor.

KBIHU yang dibina KH Fikri Halfia itu memulai Pembukaan Bimbingan dan Manasik Haji pada Minggu (16/8) pagi. Acara pembukaan diikuti oleh sekitar 100 calon haji dan dibuka secara langsung oleh Ketua KBIHU Daarul Istiqomah Hj Diniyatul Islamiyah. 

Saat membuka acara, Ning Dini (sapaan akrab Diniyatul Islamiyah) meminta agar para peserta bimbingan mulai melatih kesabaran dan keikhlasan. 

“Ini akan jadi proses yang agak panjang. Kita akan mendapati banyak hal yang butuh kesabaran menunggu kepastian. Misalnya kepastian bio visa, kepastian pelunasan. Jadi, mulai tata niat kita, pupuk kesabaran, dan perluas keikhlasan,” ujarnya.

Acara pembukaan sekaligus diikuti dengan manasik edisi perdana dengan materi tentang hak dan kewajiban jemaah haji. 

Selain melalui tatap muka langsung, KBIHU Daarul Istiqomah juga memfasilitasi calon jemaah secara daring melalui live Youtube dan platform digital.

KBIHU Daarul Istiqomah memang sudah mempraktikkan digitalisasi proses pelayanan haji secara menyeluruh dengan menggunakan aplikasi khusus mulai musim haji 2026. 

Mulai pendaftaran, absensi manasik, akses data jemaah, hingga pelunasan biaya manasik dilakukan lewat aplikasi tunggal yang mereka kembangkan.

Atas praktik tersebut, KBIHU Daarul Istiqomah menjadi percontohan digitalisasi layanan haji di Kabupaten Bogor dan Jawa Barat. 

“Yang kami lakukan ini merupakan bentuk dari ikhtiar kami mengikuti imbauan Kementerian Haji dan Umrah untuk memudahkan dan mengefektifkan layanan haji,” kata KH Fikri Halfia Ramadlan.

Manasik haji di Daarul Istiqomah diisi dengan pendalaman teori dan beberapa kali praktik (rata-rata empat kali praktik). Tatap muka teori dilakukan minimal 10 kali, ternasuk bimbingan tentang menjaga kesehatan baik sebelum, saat berangkat, selama di Tanah Suci, hingga setelah tiba di Tanah Air. (Z-1)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *