
JUMLAH korban meninggal dunia akibat gempa bumi dahsyat yang mengguncang Kolombia pada Senin (10/8) terus bertambah. Hingga Rabu (12/8), otoritas setempat mencatat sebanyak 265 orang dinyatakan tewas.
Selain korban jiwa, dampak kemanusiaan dari bencana ini sangat besar. Sedikitnya 3.494 orang dilaporkan mengalami luka-luka, sementara 496 orang lain masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian oleh tim penyelamat.
“Upaya kami saat ini difokuskan sepenuhnya pada pencarian orang-orang yang masih hilang,” tegas Presiden Kolombia, Abelardo De La Espriella, dalam keterangannya pada Rabu (12/8).
Kerusakan Infrastruktur Masif
Berdasarkan penilaian kerusakan yang dirilis oleh Unit Nasional untuk Manajemen Risiko Bencana (UNGRD), gempa tersebut melumpuhkan sejumlah infrastruktur publik dan menghancurkan ribuan permukiman warga.
Data UNGRD menunjukkan sebanyak 9.215 rumah mengalami kerusakan parah hingga hancur atau tidak dapat dihuni lagi. Selain itu, terdapat 45.457 rumah lain yang dilaporkan mengalami kerusakan dengan tingkat ringan hingga sedang.
Guna mempercepat penanganan darurat, pemerintah Kolombia menetapkan status bencana nasional. Langkah ini diambil untuk memperkuat mobilisasi sumber daya serta koordinasi antarlembaga dalam menangani dampak gempa yang meluas.
Sebagai bentuk belasungkawa dan penghormatan kepada para korban, pemerintah memerintahkan pengibaran bendera nasional setengah tiang di seluruh gedung pemerintahan serta kantor misi diplomatik Kolombia di luar negeri.
Detail Seismik dan Wilayah Terdampak
Gempa utama terjadi pada Senin (10/8) pukul 07.34 waktu setempat. Data dari Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menyebutkan pusat gempa berada sekitar 5 kilometer di sebelah timur San Jose del Palmar, Departemen Choco, dengan kedalaman mencapai 107 kilometer.
Sekitar 44 menit berselang, tepatnya pukul 08.18 waktu setempat (13.18 GMT), gempa susulan bermagnitudo 5,0 kembali mengguncang wilayah tersebut. Pusat gempa susulan terdeteksi sekitar 16 kilometer di sebelah barat San Jose del Palmar.
San Jose del Palmar sendiri merupakan wilayah kotamadya di Departemen Choco yang terletak di ketinggian 1.288 meter di atas permukaan laut dengan populasi sekitar 4.800 penduduk. Hingga saat ini, tim SAR gabungan masih terus menyisir lokasi-lokasi terdampak untuk mencari ratusan warga yang belum ditemukan. (I-2)
