Mengenal Tanda 4D Masalah Kesehatan Mental dan Pentingnya Dukungan Sosial
Ilustrasi(magnific)

KESEHATAN mental seseorang sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan sosial di sekitarnya. Dukungan dari keluarga dan orang-orang terdekat memegang peranan krusial dalam menjaga stabilitas emosional individu.

Psikolog klinis anak dan remaja, Ocha Ananda Suherik, M.Psi., Psikolog, menjelaskan bahwa dukungan sosial (social support) mencakup berbagai aspek, mulai dari dukungan emosional, pemberian informasi, hingga bantuan praktis.

“Social support yang diterima seseorang dari lingkungannya sangat berperan penting,” ujar Ocha dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (13/10).

Mengenal Indikator 4D dalam Kesehatan Mental

Sebagai anggota Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI), Ocha menekankan pentingnya kepekaan terhadap tanda-tanda masalah kesehatan mental. Ia merujuk pada konsep 4D, yakni Deviance, Dysfunction, Distress, dan Danger, sebagai parameter utama untuk mendeteksi adanya gangguan psikologis.

Berikut adalah rincian dari tanda-tanda 4D tersebut:








Tanda 4D Penjelasan
Deviance (Penyimpangan) Perubahan pola pikir, emosi, atau perilaku yang berbeda secara signifikan dari kebiasaan lazim atau konteks sosialnya.
Dysfunction (Gangguan Fungsi) Kondisi psikologis yang mengganggu aktivitas harian, seperti bekerja, belajar, pola tidur, hingga kemampuan merawat diri dan relasi.
Distress (Tekanan Psikologis) Penderitaan emosional yang bermakna, seperti kesedihan berlarut, kecemasan intens, rasa hampa, atau merasa kewalahan.
Danger (Bahaya) Adanya risiko keselamatan bagi diri sendiri atau orang lain, termasuk keinginan menyakiti diri sendiri atau bunuh diri.

Ocha menegaskan bahwa tanda-tanda ini tidak boleh diabaikan dan harus ditanggapi secara serius oleh lingkungan sekitar.

Langkah Memberikan Dukungan

Bagi masyarakat yang memiliki orang terdekat dengan indikasi masalah kesehatan mental, Ocha menyarankan pendekatan yang membangun rasa aman secara bertahap. Hal ini bisa dimulai dengan menanyakan kabar secara berkala dan mempertahankan interaksi harian yang wajar.

Selain itu, penting untuk menawarkan bantuan konkret dan memberikan apresiasi terhadap usaha kecil yang dilakukan oleh individu tersebut. Dukungan juga harus disesuaikan dengan konteks sosial individu yang bersangkutan.

“Misalnya pada anak atau remaja, dukungan dapat melibatkan orang tua, guru, dan konselor sekolah. Sangat disarankan juga untuk menawarkan atau merekomendasikan bantuan profesional,” pungkas psikolog lulusan Universitas Indonesia tersebut. (Ant/Z-1)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *