AI Generatif Mulai Masuk ke Percakapan Bisnis di WhatsApp
Meta memperkenalkan Meta Business Agent di WABS Indonesia 2026.(MI/Chatrine Simanjuntak)

META secara resmi memperkenalkan Meta Business Agent untuk pelaku bisnis di Indonesia dalam ajang WhatsApp Business Summit (WABS) Indonesia 2026 di Jakarta, Selasa (11/8). Teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) ini dirancang untuk menangani percakapan pelanggan secara mendalam, mulai dari pemberian informasi hingga penyelesaian proses penjualan.

Vice President of India & Southeast Asia Meta, Sandhya Devanathan, menekankan bahwa setiap interaksi di WhatsApp merupakan peluang strategis bagi bisnis. Menurutnya, kehadiran agen AI ini memungkinkan perusahaan untuk melayani konsumen dengan lebih baik sekaligus meningkatkan loyalitas pelanggan melalui percakapan yang lebih personal dan efisien.

Berbeda dengan chatbot konvensional yang hanya memberikan jawaban otomatis, Meta Business Agent memiliki kemampuan untuk memberikan rekomendasi produk dari katalog, menjadwalkan janji temu, hingga mengidentifikasi calon pelanggan potensial. AI ini diposisikan sebagai asisten yang mendampingi konsumen dari tahap pencarian informasi hingga transaksi final.

Data internal Meta menunjukkan tren komunikasi bisnis yang kuat di Indonesia. Sebanyak 71% orang dewasa pengguna internet di Indonesia mengirim pesan ke bisnis setiap hari, meningkat signifikan dari 60% pada 2024. Selain itu, 83% responden mengakui bahwa agen AI membantu mereka mendapatkan kebutuhan secara lebih cepat.

Director Business Messaging APAC Meta, Ravi Garg, menyebut fenomena ini sebagai bagian dari agentic economy. Ia memproyeksikan nilai agentic commerce secara global akan mencapai US$3 triliun hingga US$5 triliun pada tahun 2030. Teknologi ini dibangun di atas lima elemen kunci: identity, relationships, messaging, commerce, dan models.

Implementasi teknologi ini telah memberikan dampak nyata bagi sejumlah bisnis lokal. Agensi kreatif Mastung melaporkan kenaikan penjualan sebesar 65,4% setelah menggunakan agen AI untuk melayani pelanggan di luar jam operasional. Sementara itu, Queensi berhasil menangani lonjakan percakapan hingga 250% tanpa menambah staf, serta meningkatkan upselling paket layanan hingga 60%.

Perusahaan besar seperti Paragon juga telah memanfaatkan platform ini melalui DermaScalp Expert (DSE) untuk memberikan konsultasi dan rekomendasi produk secara otomatis. Dengan integrasi ini, AI tidak lagi sekadar menjawab pertanyaan dasar, tetapi menjadi motor penggerak transaksi dalam ekosistem digital bisnis di Indonesia. (Z-10)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *