INTI Resmi Lantik Pengurus 2026-2030, Siap jadi Jembatan Solusi bagi Persoalan Bangsa
Pelantikan pengurus INTI untuk masa bakti 2026-2030.(MI/HO)

PERHIMPUNAN Indonesia Tionghoa (INTI) resmi melantik jajaran Pengurus Pusat, Pengurus Daerah, GEMA INTI, dan PINTI untuk masa bakti 2026-2030. Seremoni kebangsaan yang berlangsung di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, pada Jumat (7/8/2026) malam tersebut mengusung tema “Bersatu dalam Semangat Merah Putih, Berkarya untuk Negeri”.

Pelantikan ini bukan sekadar seremoni pergantian kepengurusan, melainkan penegasan komitmen INTI untuk menjadi jembatan solusi bagi berbagai persoalan bangsa melalui sinergi erat dengan pemerintah. Salah satu langkah konkretnya adalah kolaborasi nasional dengan Kementerian Hukum melalui program “Pasti Ada Solusi” yang digelar pada hari yang sama.

Ketua Harian sekaligus Ketua Panitia Pelantikan, Ulung Rusman, menjelaskan bahwa program tersebut melibatkan lebih dari 100 anggota pengurus yang mayoritas merupakan pelaku usaha.

“Kami berdialog dan memberikan dukungan terhadap program yang bisa menyelesaikan persoalan bangsa, seperti terkait kewarganegaraan dan dinamika birokrasi,” ujarnya.

Sinergi Hukum dan Pelayanan Publik

Ke depan, INTI berencana memperkuat peran Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH INTI) sebagai pusat advokasi masyarakat dan perlindungan HAM. Organisasi ini juga akan bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (AHU) untuk meningkatkan edukasi hukum melalui Layanan Kewarganegaraan.

Menteri Hukum Supratman Andi Agtas memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif ini. Ia menyebut kolaborasi dengan INTI sebagai role model sinergi antara organisasi kebangsaan dan pemerintah dalam menjawab tantangan birokrasi.

Daftar Tokoh Penting yang Hadir:









Nama Tokoh Jabatan / Peran
Hashim Djojohadikusumo Utusan Presiden Bidang Energi & Iklim / Ketua Dewan Penasehat INTI
Indra Wahidin Ketua Umum PP INTI 2026-2030
Supratman Andi Agtas Menteri Hukum
Sultan Bachtiar Najamudin Ketua DPD RI
Reda Manthovani JAM-Intel Kejaksaan Agung

Pesan Kebangsaan dan Keterbukaan Pemerintah

Ketua Umum INTI, Indra Wahidin, menekankan bahwa kepengurusan baru harus memegang teguh tagline “Inklusif, Nasionalis, Toleransi, dan Independen”. Ia berharap INTI tetap menjadi rumah besar bagi seluruh anak bangsa yang menjunjung tinggi Pancasila dan NKRI.

Senada dengan hal tersebut, Hashim Djojohadikusumo dalam sambutannya mengingatkan bahwa keberagaman adalah kekuatan. Ia menceritakan hasil tes DNA dirinya dan Presiden Prabowo Subianto pada 2023 yang menunjukkan latar belakang genetika yang sangat majemuk, termasuk adanya unsur India, selain Belanda, Minahasa, dan Jawa.

“Kita semua adalah bangsa Indonesia. Kita bersatu supaya hidup rukun, bisnis maju, dan negara berkembang,” kata Hashim.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintahan Prabowo-Gibran sangat terbuka terhadap kritik konstruktif dan menjamin bahwa iklim investasi di Indonesia tetap kondusif bagi para pengusaha, baik dari dalam maupun luar negeri.

Agenda Strategis 2026-2030

Sekretaris Jenderal PP INTI, Hardy Stefanus, memaparkan empat pilar utama agenda strategis organisasi untuk empat tahun ke depan:

  • Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM).
  • Transformasi organisasi menjadi lebih adaptif dan modern.
  • Penguatan komunikasi publik.
  • Kolaborasi lintas sektor, termasuk program Bela Negara bersama Kemhan dan Taplai bersama Lemhannas RI.

Dengan jaringan yang tersebar di 18 provinsi dan 80 cabang kabupaten/kota, INTI optimistis dapat berkontribusi nyata dalam mempercepat pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

“INTI ingin menjadi jembatan solusi dan pemersatu bangsa,” pungkas Hardy. (Z-1)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *