
EMIRAT Arab pada Sabtu (8/8) menyatakan bahwa Iran menargetkan sebuah kapal tanker milik perusahaan minyak negara, Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC), saat sedang melintasi Selat Hormuz.
Kementerian Luar Negeri Emirat dalam pernyataan resmi mengutuk keras insiden tersebut. Mereka menyebutnya sebagai serangan bermusuhan yang menggunakan rudal.
“Kami mengecam serangan bermusuhan Iran yang menargetkan kapal tanker milik ADNOC dengan rudal saat sedang transit di Selat Hormuz, tanpa menyebabkan korban jiwa,” bunyi pernyataan kementerian tersebut.
Sebelumnya pada Jumat, pihak ADNOC juga merilis pernyataan yang mengungkapkan peningkatan intensitas serangan terhadap armada mereka. Perusahaan mencatat bahwa sejak dimulai perang, sebanyak 15 kapal mereka diserang di wilayah Selat Hormuz.
Pihak ADNOC menambahkan bahwa eskalasi ini sangat terasa dalam beberapa waktu terakhir dengan rincian termasuk tiga kapal yang diserang pada minggu ini saja.
Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai kerusakan struktural yang signifikan pada kapal tanker tersebut. Operasional di jalur pelayaran vital tersebut dilaporkan tetap menjadi perhatian serius bagi otoritas keamanan maritim regional. (AFP/I-2)
