Rupiah Hari Ini Menguat Dipicu Optimisme Selat Hormuz
ilustrasi(Antara)

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan Kamis (6/8) pagi bergerak menguat. Berdasarkan data pasar, rupiah naik 22 poin atau 0,12% ke level Rp17.911 per dolar AS, dibandingkan posisi pada penutupan sebelumnya di level Rp17.933 per dolar AS. Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa penguatan rupiah dipicu oleh optimisme global terkait pembukaan kembali Selat Hormuz. Situasi ini berdampak langsung pada penurunan harga minyak mentah dunia, yang memberikan sentimen positif bagi mata uang negara pengimpor minyak seperti Indonesia.

“Rupiah diperkirakan menguat di tengah penurunan harga minyak mentah dunia akibat meningkatnya optimisme bahwa Selat Hormuz akan segera dibuka kembali. Harga minyak WTI yang pekan lalu ditutup di level 86 dolar AS per barel, kini sudah berada di posisi 74,60 dolar AS per barel,” ujar Lukman di Jakarta, Kamis (6/8).

Sentimen Global: Kesepakatan AS-Iran

Menteri Keuangan Amerika Serikat, Scott Bessent, menyatakan adanya potensi kesepakatan antara AS dan Iran untuk memulihkan kebebasan pelayaran bagi kapal komersial di Selat Hormuz. Perjanjian ini diharapkan menjamin navigasi internasional, meskipun Iran tetap menekankan pengawasan di perairan lepas pantainya.

Penurunan harga minyak dunia akibat meredanya ketegangan di jalur perairan strategis tersebut dinilai akan meredakan tekanan pada fiskal dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dalam jangka pendek.

Faktor Domestik: PDB Kuartal II-2026 Melampaui Ekspektasi

Dari sisi domestik, rupiah mendapatkan sokongan kuat dari rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal II-2026. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekonomi Indonesia tumbuh 5,29 persen secara tahunan (yoy), lebih tinggi dari ekspektasi pasar yang berada di angka 5,1 persen.








Indikator Ekonomi Nilai/Posisi
Kurs Rupiah (Kamis Pagi) Rp17.911 per Dolar AS
Pertumbuhan PDB Q2-2026 5,29% (yoy)
PDB ADHK Q2-2026 Rp3.576,2 Triliun
Harga Minyak WTI 74,60 Dolar AS/Barel

Meskipun data PDB menunjukkan performa yang solid, Lukman mengingatkan bahwa tantangan ke depan tetap ada. Namun, jika tren penurunan harga minyak terus berlanjut, hal tersebut akan mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Untuk perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah diprediksi akan bergerak fluktuatif namun cenderung menguat dalam rentang Rp17.850 hingga Rp18.000 per dolar AS. (Ant/E-3)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *