Menaker Yassierli Tekankan Pentingnya Kompetensi Lulusan MIPA
Menaker Yassierli.(MI/Despian Nurhidayat)

MENTERI Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menekankan pentingnya memastikan lulusan perguruan tinggi di Indonesia memiliki kompetensi yang memadai untuk menjawab tantangan pasar kerja global. Hal tersebut disampaikannya dalam Rapat Tahunan Asosiasi MIPA LPTK Indonesia (AMLI) Tahun 2026 yang berlangsung di Novotel Pulomas, Jakarta Timur, Kamis (6/8).

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Jakarta (FMIPA UNJ) menjadi tuan rumah dalam forum strategis ini. Kegiatan yang merupakan rangkaian Dies Natalis ke-62 UNJ tersebut mengusung tema “Ekosistem MIPA LPTK Unggul” dengan fokus pada integrasi penjaminan mutu, inovasi pendidikan, dan akselerasi keterserapan dunia kerja.

Menaker Yassierli mengapresiasi sinergi para dekan MIPA dalam memperkuat bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Menurutnya, penguatan sains merupakan arahan langsung Presiden untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang lebih baik.

“Semoga nantinya mismatch antara lulusan dengan dunia kerja, skill gap, dan harapan dari industri kepada para calon pencari kerja ini bisa diatasi,” tegas Yassierli. Ia juga mengutip laporan Future of Jobs Report 2025 dari World Economic Forum yang memprediksi pergeseran besar peran kerja pada 2030 akibat teknologi.

Rektor UNJ, Prof. Komarudin, menambahkan bahwa tantangan pendidikan tinggi saat ini adalah menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif dan inovatif. Sinergi antarperguruan tinggi dinilai menjadi modal penting dalam memberikan kontribusi bagi pembangunan nasional.

Senada dengan hal tersebut, Dekan FMIPA UNJ Hadi Nasbey berharap forum ini melahirkan rekomendasi strategis untuk memperkuat peran MIPA LPTK. Fokus utama terletak pada pengembangan kurikulum dan riset yang mampu beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan serta kebutuhan industri.

Pertemuan ini juga dihadiri oleh Ketua AMLI Prof. Edy Cahyono, perwakilan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Adhi Indra Hermanu, serta Direktur Dewan Eksekutif LAMSAMA Prof. Mitra Djamal. Mereka sepakat bahwa budaya mutu dan kolaborasi hilirisasi riset menjadi kunci peningkatan daya saing lulusan di tingkat nasional maupun internasional. (Z-10)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *