
KETERLIBATAN ayah dalam pengasuhan anak dinilai memiliki pengaruh penting terhadap perkembangan emosional, sosial, dan karakter anak. Namun, dalam praktiknya, tanggung jawab pengasuhan masih sering dipandang sebagai peran utama ibu. Berangkat dari kondisi tersebut, tim dosen Fakultas Psikologi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Penguatan Pengasuhan Anak oleh Ayah” di Kelurahan Pulogebang, Jakarta Timur, pada bulan Juli lalu.
Dalam keterangannya yang diterima hari ini menyebutkan kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman orang tua, khususnya para ayah, mengenai pentingnya keterlibatan aktif dalam proses pengasuhan sejak anak usia dini. Kehadiran ayah tidak hanya berperan dalam memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun hubungan emosional, rasa aman, serta pembentukan karakter anak.
Materi disampaikan Muhammad Iqbal, Ph.D., CEO sekaligus psikolog dari Rumah Konseling. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa kehadiran ayah dalam kehidupan anak tidak dapat digantikan hanya dengan pemenuhan kebutuhan materi. Anak membutuhkan perhatian, komunikasi, dan keterlibatan langsung dalam berbagai aktivitas keseharian.
Menurut Iqbal, anak akan lebih menghargai proses, usaha, dan pengorbanan yang dilakukan orang tua dibandingkan sekadar hasil yang diterima. Karena itu, kualitas interaksi antara ayah dan anak menjadi faktor penting dalam membangun kedekatan serta rasa percaya di dalam keluarga.
JANGAN MEMBANDINGKAN ANAK
Ia juga mengingatkan pentingnya menghindari kebiasaan membandingkan anak dengan saudara kandung maupun teman sebayanya. Perbandingan semacam itu berpotensi menimbulkan rasa tidak dihargai, memengaruhi kepercayaan diri, hingga memicu kecemburuan di antara anak-anak. Setiap anak memiliki karakter, kemampuan, dan tahapan perkembangan yang berbeda sehingga memerlukan pendekatan pengasuhan yang sesuai dengan kebutuhannya.
Selain itu, hubungan yang terjalin antara ayah dan ibu juga menjadi contoh pertama bagi anak dalam memahami cara membangun hubungan dengan orang lain. Lingkungan keluarga yang mengedepankan sikap saling menghormati dan komunikasi yang baik akan membantu anak mengembangkan rasa aman sekaligus kemampuan membangun relasi sosial yang sehat.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat yang digagas oleh tim dosen Fakultas Psikologi UNJ, yaitu Rahmadianty Gazadinda, M.Sc.; Santi Yudhistira, M.Psi., Psikolog; Muhammad Ikbal Wahyu Sukron, M.A.; Jimny Hilda Fauzia, M.Psi., Psikolog; Dr. Anna Armeini Rangkuti, S.Psi., M.Si.; Deasyanti, Ph.D., Psikolog; Atikah Ainun Mufidah, M.Si.; serta Ratna Dyah Suryaratri, Ph.D. Kegiatan tersebut juga melibatkan mahasiswa Program Studi S1 Psikologi UNJ sebagai bagian dari pembelajaran sekaligus pengabdian kepada masyarakat.
PESERTA KEGIATAN
Pelaksanaan kegiatan diikuti sekitar 20 peserta yang terdiri atas ayah dan ibu dari wilayah Kelurahan Pulogebang. Selain berlangsung secara tatap muka, kegiatan juga disiarkan melalui kanal YouTube Fakultas Psikologi UNJ sehingga dapat diakses masyarakat yang lebih luas.
Rangkaian acara diawali dengan penyampaian materi, kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan sesi tanya jawab. Pada sesi tersebut, peserta berbagi pengalaman mengenai tantangan dalam menjalankan peran sebagai orang tua, termasuk membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga. Tim pelaksana juga menghadirkan sejumlah permainan edukatif yang dirancang untuk mendorong refleksi mengenai pentingnya komunikasi, kerja sama, dan keterlibatan ayah dalam pengasuhan.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Diskusi berlangsung aktif dengan berbagai pertanyaan yang berkaitan dengan pola komunikasi dalam keluarga serta cara membangun hubungan yang lebih dekat dengan anak.
Melalui kegiatan ini, tim dosen Fakultas Psikologi UNJ berharap pemahaman masyarakat mengenai pentingnya peran ayah dalam pengasuhan semakin meningkat. Keterlibatan ayah yang lebih aktif diharapkan dapat menciptakan lingkungan keluarga yang hangat, saling mendukung, dan menjadi fondasi bagi tumbuh kembang anak secara optimal.(E-2)
