Siti Maryam dari Indonesia Raih Gelar Miss Azhar 2026 di Kairo
Kampus Universitas Al Azhar, Mesir(MI/HO)

INDONESIA kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional. Mahasiswi asal Indonesia, Siti Maryam, resmi dinobatkan sebagai pemenang dalam ajang bergengsi Grand Final International Light of Azharaiat atau yang lebih dikenal sebagai Miss Azhar 2026. Acara spektakuler ini berlangsung di Al-Azhar Convention Center (ACC), Kairo, Mesir, pada Agustus 2026.

Panggung mewah ACC menjadi saksi bisu perpaduan nilai humanis, akademis, dan religius yang ditampilkan oleh para mahasiswi terbaik Universitas Al-Azhar. Ajang ini digadang-gadang sebagai alternatif dari Miss Universe, dengan menitikberatkan pada kualitas intelektual, pemahaman agama, serta akhlak mulia.

Representasi Muslimah Global

Miss Azhar 2026 diikuti oleh 14 mahasiswi terbaik yang mewakili 9 negara. Para peserta diuji tidak hanya dari segi penampilan, tetapi juga penguasaan Al-Quran dan Hadits, kemampuan komunikasi dalam bahasa internasional (Arab, Inggris, dan Prancis), public speaking, hingga wawasan global.

Dewan juri yang diketuai Prof. Dr. Nahla Elsabry El-Suady, Penasihat Grand Syeikh Al-Azhar sekaligus Dekan Fakultas Islamic and Arabic Sciences, menetapkan Siti Maryam sebagai pemenang utama. Kemenangan Siti Maryam didorong oleh kefasihan, kekuatan kepribadian akademik, serta kemampuannya meramu kearifan lokal dalam menjawab pertanyaan dewan juri.

Daftar Pemenang & Informasi Ajang Miss Azhar 2026









Kategori Detail Informasi
Juara 1 (Winner) Siti Maryam (Indonesia)
Runner Up Sa’idah Abdul Aziz (Nigeria)
Negara Peserta Indonesia, Mesir, Sudan, India, Palestina, Nigeria, Guinea, Niger, Yaman
Lokasi Acara Al-Azhar Convention Center (ACC) Kairo
Kriteria Penilaian Akademik, Al-Quran & Hadits, Bahasa Internasional, Public Speaking, Akhlak

Inisiasi dan Dukungan Internasional

Ajang berskala internasional ini diinisiasi oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Kairo, Abdul Muta’ali. Awalnya, organisasi mahasiswi Indonesia di Mesir, Wihdah, rutin mengadakan acara serupa namun terbatas untuk internal. Abdul Muta’ali kemudian memberikan tantangan agar ajang ini dinaikkan ke level internasional pada tahun 2026.

“Kita wajib memperkenalkan kepada dunia bahwa Muslimah itu harus memiliki peran global tetapi tetap mengakar dan tidak melupakan kodratnya sebagai perempuan,” ujar Prof. Nahla saat menerima audiensi tim KBRI Kairo dan Wihdah.

Persiapan maraton yang dimulai sejak 27 April 2026 ini mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi. Selain itu, dukungan sponsor datang dari lini busana syari premium Lina Sukijo yang menyediakan kostum peserta, serta Haji Enjen Jailani, CEO perusahaan beras asal Cilamaya Karawang, yang menyediakan hadiah bagi para pemenang.

Kemenangan ini menjadi simbol kebangkitan perempuan Indonesia di kancah pendidikan dunia. Majulah Indonesia, majulah perempuannya! (RO/Z-1)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *