Inovasi Pengolahan Sampah RFD Kurangi Tekanan terhadap Tempat Pembuangan Akhir
Petugas memungut sampah sungai di Banjir Kanal Timur, Cipinang Besar Selatan, Jakarta, Sabtu (18/7/2026).(ANTARA/BAYU PRATAMA)

Refuse-Derived Fuel merupakan teknologi yang memanfaatkan sampah non-organik bernilai kalor tinggi seperti plastik, kain, kertas, dan karet, untuk diolah melalui proses pemilahan, pengeringan, dan pencacahan menjadi bahan bakar alternatif. Teknologi ini tidak hanya mengurangi tekanan terhadap TPA, tetapi juga menurunkan emisi karbon, menghemat penggunaan bahan bakar fosil, serta mendorong ekonomi sirkular.

 RDF ini mendukung target RPJMN 2025–2029, yaitu 51,21% pengelolaan sampah nasional pada 2025 dan 100% pada 2029.

 PT Asiana Technologies secara resmi telah berhasil dalam meciptakan dan memelopori pengolahan sampah menjadi energi bersih di Indonesia. Melalui inovasi teknologi modern, perusahaan telah berhasil mengubah sampah Landfill dan Fresh Municiple Solid Waste (MSW) menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) berkualitas tinggi dengan nilai kalori mencapai di atas 3.500 kcal/kg. 

“Langkah ini merupakan bentuk dukungan kita pada transisi energi hijau serta solusi konkret untuk mengurangi beban sampah yang kian menumpuk di berbagai daerah,” jelas CEO sekaligus Inventor Asiana Technologies, Poltak Sitinjak

Melengkapi portofolio inovasi hijaunya, PT Asiana Technologies juga memperkenalkan teknologi terbaru berupa Smart Container. Dirancang dengan daya tampung hingga 20 ton, Smart Container ini sangat fleksibel untuk diletakkan di berbagai pasar tradisional maupun area komersial. 

Bukan hanya sekedar mesin penampungan sampah biasa, mesin ini memiliki teknologi untuk mengurangi kadar air dari sampah basah hingga 40% sehingga sampah yang nantinya akan dibawa ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu sudah (TPS) lebih banyak dan air lindipun tidak akan jatuh dan tumpah di jalan selama perjalanan.  

Efisiensinya yang luar biasa mampu menggantikan daya tampung hingga 5 unit truck compactor sekaligus, sehingga menjadi solusi tepat guna dalam menghemat biaya operasional logistik pengangkutan sampah dan menjaga kebersihan lingkungan pasar. (H-2)

 

 



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *