Ini Tips Memilih Minuman Probiotik yang Sehat
Ilustrasi(magnific)

MINUMAN probiotik sering kali dianggap sebagai pilihan instan untuk hidup sehat. Namun, masyarakat diingatkan untuk tidak asal konsumsi tanpa mencermati kandungan di dalamnya. Guru Besar Fakultas Teknik dan Teknologi IPB University, Prof Lilis Nuraida, menekankan pentingnya membaca label kemasan guna memastikan manfaat kesehatan yang optimal.

Menurut Prof Lilis, probiotik adalah mikroorganisme hidup yang memberikan manfaat bagi kesehatan saluran pencernaan jika dikonsumsi dalam jumlah cukup. Berbeda dengan zat gizi biasa, probiotik bekerja dengan menjaga keseimbangan mikrobiota di dalam usus.

Waspadai Kandungan Gula Tambahan

Salah satu poin krusial yang disoroti adalah kandungan gula dalam produk probiotik. Prof Lilis menjelaskan bahwa secara fungsional, probiotik tidak membutuhkan gula sederhana untuk bekerja di dalam kolon (usus besar).

“Gula sederhana diserap oleh usus halus, sehingga pangan probiotik sebenarnya tidak perlu mengandung gula. Gula hanya berfungsi sebagai pemberi rasa,” jelasnya.

Ia mengingatkan konsumen untuk mempertimbangkan total asupan gula harian jika produk yang dipilih memiliki kadar gula tinggi agar tidak berdampak buruk bagi kesehatan lainnya.

Memahami Perbedaan Probiotik, Prebiotik, dan Sinbiotik

Sering kali masyarakat bingung membedakan antara probiotik dan prebiotik. Prof Lilis menegaskan bahwa keduanya adalah komponen yang berbeda namun saling berkaitan dalam mendukung kesehatan pencernaan.







Istilah Definisi & Karakteristik
Probiotik Mikroorganisme hidup (bakteri baik) yang menjaga keseimbangan mikrobiota usus.
Prebiotik Senyawa (serat pangan tertentu) yang tidak dicerna usus atas dan menjadi makanan bagi bakteri baik di kolon. Contoh: FOS, GOS, dan Inulin.
Sinbiotik Produk pangan yang mengandung kombinasi probiotik dan prebiotik sekaligus.

Panduan Membaca Label Pangan

Sesuai ketentuan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), konsumen diimbau untuk lebih teliti melihat informasi pada kemasan. Hal-hal yang perlu diperhatikan meliputi jenis mikroorganisme, galur yang digunakan, serta jumlah sel hidup.

Untuk mendapatkan manfaat nyata, Prof Lilis menyebutkan takaran konsumsi yang ideal adalah berkisar antara 100 juta hingga satu miliar sel hidup. Dengan memahami angka ini, konsumen dapat menentukan takaran konsumsi yang diperlukan tubuh.

Catatan Penting: Tidak semua pangan fermentasi otomatis mengandung probiotik. Meski demikian, pangan fermentasi tetap bermanfaat karena mengandung senyawa bioaktif yang terbentuk selama proses pengolahan.

Kesehatan Usus Melalui Pola Makan Seimbang

Menjaga kesehatan pencernaan tidak harus selalu bergantung pada produk kemasan. Prof Lilis menyarankan pola makan bergizi seimbang sebagai fondasi utama. Konsumsi alami seperti buah-buahan, sayuran, umbi-umbian, dan serealia utuh merupakan sumber prebiotik alami yang sangat baik.

“Makanan bergizi seimbang dan beragam secara alami dapat mendukung pertumbuhan mikrobiota usus. Dengan membatasi gula, garam, dan lemak, kita mendukung dominasi mikrobiota usus yang menyehatkan,” pungkasnya. (Z-1)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *