
KADAR hormon testosteron yang rendah dalam tubuh pria ternyata tidak hanya berdampak pada masalah reproduksi pria, tetapi juga dapat memengaruhi performa kerja di kantor hingga keharmonisan hubungan dengan pasangan.
Dokter spesialis andrologi dari Eka Hospital BSD Tangerang, dr. Christian Christoper Sunnu, menjelaskan bahwa penurunan kadar hormon ini memicu berbagai gejala fisik dan psikologis. Beberapa ciri pria dengan testosteron rendah meliputi suasana hati yang berubah-ubah, depresi, penurunan gairah seksual, hingga disfungsi ereksi.
Selain itu, kondisi kadar testosteron rendah juga ditandai dengan kehilangan massa otot, peningkatan massa lemak, kesulitan berkonsentrasi dan mengingat, kelelahan kronis, penipisan rambut, penurunan kepadatan tulang, hingga gangguan tidur.
“Kadar testosteron yang rendah terasosiasi dengan masalah kesehatan sindrom metabolik seperti kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, obesitas, dan gula darah tinggi. Hal ini meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung dan stroke,” ujar dr. Sunnu di Tangerang, Rabu (29/7).
Fungsi Vital Testosteron
Hormon testosteron memegang peranan krusial dalam sistem reproduksi pria, terutama dalam pembentukan sel sperma yang menjadi tolok ukur utama kesuburan. Selain itu, hormon ini bertanggung jawab atas proses tumbuh kembang laki-laki, termasuk memberikan karakteristik maskulin seperti pertumbuhan rambut di wajah dan pembentukan otot.
Opsi Terapi dan Pengobatan
Bagi pria yang mengalami masalah testosteron rendah, dr. Sunnu memaparkan beberapa opsi terapi penggantian testosteron (testosterone replacement therapy) menggunakan hormon buatan, di antaranya:
- Suntikan: Hormon disuntikkan ke jaringan otot setiap 1-14 hari.
- Gel atau Krim: Dioleskan setiap hari pada kulit lengan atas, bahu, atau paha untuk penyerapan perlahan selama 24 jam.
- Obat Oral/Transmukosa: Diminum atau ditempelkan pada gusi atau pipi bagian dalam agar menyerap ke aliran darah.
- Implan: Obat ditanam di bawah kulit area pinggul atau bokong, yang biasanya diganti setiap 3-6 bulan.
Meski tersedia berbagai opsi medis, dr. Sunnu menekankan pentingnya gaya hidup sehat sebagai faktor pendukung. “Olahraga secara rutin dapat membantu meningkatkan kadar testosteron secara alami. Selain itu, pastikan untuk mendapatkan tidur yang cukup, minimal 6 hingga 8 jam setiap harinya,” pungkasnya. (Ant/H-3)
