Tuntaskan Krisis Air, Balikpapan Butuh Pasokan 1.000 Liter Air Baku per Detik
Kegiatan PTMB Goes to Kecamatan terungkap Balikpapan masih butuh pasokan 1.000 liter per detik.(Dok PTMB)

KOTA Balikpapan, Kalimantan Timur, masih memerlukan tambahan sekitar 1.000 liter per detik agar pelayanan air bersih bagi pelanggan domestik dapat terpenuhi secara optimal dan menuntaskan terjadinya krisis air bersih di kota tersebut. Kebutuhan tambahan pasokan air baku menjadi pekerjaan rumah terbesar Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB), dalam upaya meningkatkan layanan air bersih bagi masyarakat.

Demikian ditegaskan, Direktur Utama PTMB Balikpapan, Yudhi Saharuddin, dalam kegiatan PTMB Goes to Kecamatan yang digelar di Kantor PTMB Balikpapan, Rabu (29/7) kemarin. 

Ia menjelaskan, persoalan utama penyediaan air bersih di Balikpapan bukan hanya pada jaringan distribusi, melainkan keterbatasan sumber air baku. Karena itu, penambahan kapasitas pasokan menjadi kebutuhan mendesak agar cakupan pelayanan dapat terus meningkat.

“Untuk menyelesaikan persoalan air baku di Balikpapan saat ini, kita masih membutuhkan tambahan sekitar 1.000 liter per detik. Jika kebutuhan itu terpenuhi, pelayanan untuk pelanggan domestik dapat lebih maksimal,” jelasnya.

Kebutuhan air bersih Balikpapan, terangnya, akan terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk, pembangunan kawasan permukiman, hingga berkembangnya sektor industri. Dalam jangka panjang, kota ini diperkirakan membutuhkan tambahan pasokan air baku mencapai 3.000 hingga 4.000 liter per detik.

“Kalau melihat kebutuhan jangka panjang, kita memerlukan sekitar 3.000 sampai 4.000 liter per detik, agar kebutuhan masyarakat dan pertumbuhan kota dapat diimbangi dengan ketersediaan air bersih,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Yudhi, saat ini pihaknya masih memprioritaskan pelayanan bagi pelanggan rumah tangga. Sementara kebutuhan sektor industri baru dapat dipenuhi apabila kapasitas produksi air bersih telah bertambah.

“Tambahan 1.000 liter per detik sangat membantu pelayanan rumah tangga, tetapi kebutuhan industri tentu perlu pasokan kapasitas yang lebih besar lagi,” tegasnya.

Sementara itu, bebernya, terkait dengan kegiatan PTMB Goes to Kecamatan merupakan program bagian dari komitmen PTMB untuk membangun komunikasi yang lebih terbuka dengan masyarakat, dan sebagai forum dialog dan sosialisasi terkait kondisi layanan air bersih di Balikpapan. Dengan peserta sasaran perwakilan kecamatan, kelurahan, ketua RT, serta sejumlah organisasi masyarakat, 

Menurutnya, warga perlu mengetahui secara langsung berbagai tantangan yang dihadapi perusahaan, mulai dari keterbatasan sumber air baku hingga upaya yang sedang dilakukan untuk meningkatkan pelayanan.

Selain menjadi sarana sosialisasi, forum tersebut juga dimanfaatkan sebagai wadah menyerap masukan dari masyarakat terkait pelayanan air bersih di masing-masing wilayah, sehingga berbagai persoalan yang dihadapi pelanggan dapat ditindaklanjuti secara bertahap.

Dikatakannya, melalui kegiatan ini pihaknya ingin memberikan edukasi kepada lurah, RT, dan kecamatan mengenai kondisi layanan air bersih yang dihadapi selama ini. Dan bentuk keterbukaan PTMB kepada masyarakat agar mereka memahami kendala, solusi, dan target peningkatan pelayanan yang sedang pihaknya jalankan.

“Melalui program PTMB Goes to Kecamatan, kami berharap terjalin komunikasi yang lebih intensif antara PTMB, pemerintah wilayah, dan masyarakat. Dengan adanya pemahaman yang sama mengenai kondisi layanan air bersih, berbagai program peningkatan kapasitas penyediaan air baku diharapkan memperoleh dukungan dari seluruh pemangku kepentingan,” pungkasnya.(EM/E-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *