
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) diminta segera merekonstruksi empat jembatan gantung yang rusak akibat banjir di Aceh. Pasalnya, jembatan itu merupakan penghubung anak-anak ke sekolah.
“Kami mendesak BNPB agar empat jembatan vital ini segera dibangun kembali. Penanganan ini sangat mendesak karena menyangkut keselamatan anak-anak sekolah dan keberlangsungan roda ekonomi warga,” ujar Sekretaris Daerah Aceh, M Nasir, di Banda Aceh, Selasa (28/7).
Sebelumnya sebuah video viral menunjukkan perjuangan pelajar di Aceh harus bertaruh nyawa saat menyeberangi sungai menuju sekolah di Kabupaten Gayo Lues, Aceh beberapa waktu terakhir ini.
Menurut Nasir ada empat lokasi dengan jembatan gantung yang rusak yakni jembatan Desa Kendawi di Kecamatan Dabun Gelang, Gayo Lues, jembatan Sikundo Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat, serta Jembatan Gantung Lhok Kuyun di Kecamatan Sawang, Aceh Utara, dan gantung penghubung yang menghubungkan Kecamatan Syamtalira Aron dan Kecamatan Samudera Kabupaten Aceh Utara.
Adapun salah satu lokasi yang menjadi perhatian kritis berada di Desa Kendawi, Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues. Di wilayah tersebut, para siswa terpaksa melintasi sisa-sisa jembatan gantung yang rusak parah untuk bisa menyeberangi sungai.
“Pemerintah Aceh berharap pemerintah pusat melalui BNPB dapat memberikan perhatian khusus dan mempercepat alokasi anggaran penanganan pascabencana,” ucap Nasir.
Unsur Pengarah Penanggulangan Bencana BNPB, Muhammad Dirhamsyah berjanji mengawal percepatan rekonstruksi empat jembatan di Aceh.
“Kami telah mencatat seluruh usulan prioritas ini dan siap menyampaikannya secara langsung kepada Kepala BNPB,” kata Dirhamsyah. (Ant/H-4)
