
Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fauzi Amro menegaskan bahwa Gubernur Bank Indonesia (BI) yang baru nantinya harus mampu menjaga independensi bank sentral sesuai dengan amanat undang-undang. Selain aspek independensi, pemimpin baru BI diharapkan dapat memperkuat kredibilitas kebijakan moneter serta menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah dan inflasi.
“Ke depan, harapan kami kepada Gubernur Bank Indonesia yang baru adalah mampu menjaga independensi Bank Indonesia sesuai amanat undang-undang, memperkuat kredibilitas kebijakan moneter, menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah dan inflasi, serta terus memperkuat sinergi dengan pemerintah dan otoritas sektor keuangan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan,” ujar Fauzi di Jakarta, Senin (28/7).
Pernyataan ini muncul menyusul pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur BI, sebagaimana diumumkan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi pada Senin pagi. Fauzi menyatakan bahwa Komisi XI DPR menghormati keputusan tersebut sebagai hak pribadi Perry Warjiyo.
Ia juga mencermati bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menerima surat pengunduran diri tersebut dan akan memprosesnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Proses pergantian pimpinan bank sentral ini dipastikan akan mengikuti mekanisme yang diatur dalam Undang-Undang Bank Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Fauzi turut menyampaikan apresiasi atas dedikasi Perry Warjiyo selama masa jabatannya. Perry dinilai telah memberikan kontribusi signifikan dalam menjaga stabilitas moneter, sistem pembayaran, hingga stabilitas sistem keuangan nasional.
“Kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Bapak Perry Warjiyo atas pengabdian dan kontribusinya selama memimpin Bank Indonesia,” tambahnya.
Terkait langkah selanjutnya, Fauzi memastikan bahwa Komisi XI DPR akan menjalankan fungsi konstitusionalnya dalam proses uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap calon Gubernur BI yang diusulkan Presiden. Ia menjamin proses tersebut akan dilakukan secara objektif dan profesional guna mendapatkan sosok yang tepat untuk memimpin otoritas moneter Indonesia.
