
INSOMNIA merupakan gangguan tidur yang membuat seseorang sulit tertidur, sering terbangun di malam hari, atau bangun terlalu dini sehingga kualitas istirahat menurun. Berdasarkan data National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI), kondisi ini bisa bersifat jangka pendek akibat stres atau menjadi kronis jika terjadi minimal tiga kali seminggu selama lebih dari tiga bulan.
Meski penanganan utama berfokus pada terapi perilaku kognitif (CBT-I) dan perbaikan pola tidur, beberapa jenis vitamin diyakini dapat membantu meningkatkan kualitas istirahat, terutama bagi mereka yang mengalami kekurangan nutrisi tertentu. Berikut adalah tiga vitamin yang sering dikaitkan dengan penanganan insomnia:
1. Vitamin D
Vitamin D berperan penting dalam mengatur ritme sirkadian dan fungsi hormon yang memengaruhi siklus tidur. Sejumlah penelitian menunjukkan adanya kaitan antara kadar vitamin D yang rendah dengan gangguan tidur.
Namun, National Center for Complementary and Integrative Health (NCCIH) menekankan bahwa bukti ilmiah mengenai efektivitas suplemen vitamin D sebagai terapi utama insomnia masih belum konsisten. Penggunaannya disarankan hanya jika terjadi defisiensi atau atas anjuran medis.
2. Vitamin B6
Vitamin ini berkontribusi dalam pembentukan serotonin dan melatonin, dua zat kimia otak yang mengatur siklus tidur-bangun. Tinjauan ilmiah dalam National Center for Biotechnology Information menyebutkan bahwa vitamin B6, bersama B12 dan folat, mendukung sintesis neurotransmiter yang memengaruhi tidur.
Meski demikian, para peneliti mencatat bahwa bukti efektivitas suplemen B6 secara spesifik untuk mengatasi insomnia masih terbatas dan memerlukan penelitian lebih lanjut.
3. Vitamin B12
Vitamin B12 berfungsi menjaga sistem saraf dan mendukung ritme biologis tubuh. Kadar B12 yang cukup membantu proses biologis yang berkaitan dengan kualitas tidur.
Namun, hingga saat ini belum ada bukti kuat bahwa suplemen B12 dapat menyembuhkan insomnia pada individu yang tidak mengalami kekurangan vitamin tersebut. Manfaat signifikan biasanya hanya dirasakan oleh mereka yang memang mengalami defisiensi nutrisi.
Penting untuk Diingat: Insomnia sering kali dipicu oleh faktor psikologis seperti stres dan kecemasan, atau kebiasaan tidur yang buruk. Suplemen vitamin bukanlah pengobatan utama. Para ahli menyarankan konsultasi dokter sebelum mengonsumsi suplemen agar dosis yang digunakan sesuai dengan kebutuhan tubuh.
Penanganan terbaik untuk insomnia tetap mengedepankan sleep hygiene atau kebiasaan tidur yang sehat, seperti menjaga jadwal tidur yang teratur dan menciptakan lingkungan kamar yang nyaman. (National Institutes of Health (NIH)/Z-10)
